Tim Pakar Ungkap Persiapan Jokowi Hadapi Debat Capres Kedua
Merdeka.com - Tim Debat Joko Widodo-Ma'ruf Amin tengah bersiap menyambut debat capres kedua. Debat akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.
Putra mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, Roosdinal Rhamdani Salim, didapuk menjadi salah satu tim pakar debat Jokowi pada sesi kedua. Roosdinal akan fokus membantu menyiapkan materi terkait masalah lingkungan.
Roosdinal memberikan bocoran mengenai persiapan Jokowi jelang debat. Salah satu yang disiapkan adalah data soal capaian pemerintah dan regulasi yang dibuat untuk mengatur masalah lingkungan.
"Yaitu berkurangnya kebakaran hutan, 2015 dasyat sekali. Dengan peraturan-peraturan, sekarang kan bisa ditekan. Kemudian, ada one man policy yang artinya seperti tata ruang itu menyatu. Jadi enggak Kementerian A, terus ke Kementerian B, satu saja cukup. Jadi untuk tata ruang masyarakat ataupun usaha. One man policy itu, sejak zaman Pak Soeharto itu, belum sempat terealisasi," kata Roosdinal kepada Liputan6.com, Selasa (29/1).
Dia menuturkan, regulasi di sektor lingkungan belum sesuai harapan. Namun, beberapa kebijakan yang dibuat sudah berjalan. Semisal, para pengusaha dan swasta sudah mulai tertib memperhatikan dampak lingkungan pascaproduksi.
Kemudian, terkait kritik Wahana Lingkungan Hidup yang menyebut belum selesainya reformasi dan konflik agraria, dia menilai masalah itu masuk ke bagian pertanahan.
"Agraria ini kompleks, misalnya tanah untuk petani, hutan untuk rakyat. Ini kan tidak bisa berdiri sendiri. Jadi koordinasi ini yang sedang dijalankan, kalau belum kuat bisa dipahami. Karena Kementerian Tata Ruang ini kan baru ada praktis 2014. Selama ini kan enggak pernah ada," jelas Roosdinal.
Dia mengklaim masalah reformasi agraria ini tidak akan menjadi hambatan bagi Jokowi saat debat. Kebijakan Jokowi memberikan sertifikasi tanah kepada rakyat menjadi modal debat nanti.
"Agraria yang Pak Jokowi yang suarakan adalah kepemilikan lahan. Jadi, dia percepat yang namanya rakyat itu butuh mendapatkan sertifikat tanah. Memang untuk mencapai target yang diharapkan kan belum. Tapi kan namanya membangun rumah, enggak bisa jadi rumahnya. Bangun pondasi dan segala macam. InsyaAllah enggak," kata Roosdinal.
Roosdinal melanjutkan, pemikiran Jokowi mengenai tema lingkungan cukup luas. Jokowi, lanjutnya, banyak memaparkan fakta yang terjadi terkait masalah lingkungan saat berdiskusi.
"Saya lebih berdiskusi dengan Presiden. Pak Jokowi yang sampaikan out the box. Jadi bukan yang bagus-bagus saja, faktanya begini. Nah lingkungan ini sangat luas, apalagi debatnya ada energi, pangan, infrastruktur, itu semua akan nyangkut dengan lingkungan dan sumber daya alam," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber : Liputan6.com
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya