Tetap ingin Cak Imin dampingi Jokowi, ini alasan PKB
Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersikukuh mengusung sang Ketua Umum, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, sebagai cawapres Joko Widodo. Meski pada akhirnya, Cak Imin menegaskan tetap ada di koalisi Jokowi dan mendukung cawapres pilihan pria kelahiran Solo itu.
Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, menjelaskan bukan tanpa alasan pihaknya tetap ingin Cak Imin mendampingi Jokowi. Salah satunya karena PKB konsisten mengusung jargon 'JoIn' merujuk pada 'Jokowi Cak Imin.'
"Ya karena opsi kita sejak awal JoIn," ujar Daniel usai menghadiri musyawarah pimpinan nasional DPW PKB di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).
Dia menceritakan, sebagai bentuk konsistensi dukungan JoIn, PKB menolak tawaran membentuk poros ketiga, di luar Joko Widodo atau Prabowo Subianto.
"Cuma kan kami teguh di JoIn sehingga tawaran itu tidak pernah kami respons. Tetapi dengan ada mandat ini tentu harus kita matangkan di DPP segera," jelasnya.
Sementara itu, dari hasil muspimnas ketua DPW PKB saat ini masih ada tiga poin yang menjadi perdebatan internal.
"Pembicaraan DPW tadi suasananya sangat tegang antar satu dengan lainnya terus terang bertolak belakang," ujar Ketua DPP PKB Ida Fauziah.
Poin pertama dari hasil muspimnas adalah tetap mendukung sang Ketua Umum, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi bakal calon Wakil Presiden mendampingi bakal calon Presiden Joko Widodo. Dikatakan Ida, suara ketua DPW cukup banyak menyuarakan hal itu.
Sementara poin kedua adalah memasangkan Cak Imin dengan Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo. Menurut Ida, usulan kedua tidak kalah besar dengan usulan agar Cak Imin berpasangan dengan Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.
"Yang kedua, menghendaki Muhaimin Iskandar berpasangan dengan Gatot Nurmantyo," ujar Ida tanpa merinci pertimbangan disandingkannya nama mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu dengan Gatot.
Opsi terakhir, PKB tetap mendukung Jokowi siapapun sosok bakal calon wakilnya.
Dari ketiga poin itu akan diserahkan ke tingkat pusat untuk segera memutuskan langkah politik jelang penutupan pendaftaran bakal calon Presiden dan Wakil Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8).
Sementara itu, dari muspimnas yang digelar di kantor DPP PKB, tak terlihat sosok Muhaimin. Muhaimin ternyata muncul di Restoran Plataran, Menteng, tempat partai koalisi Jokowi berkumpul mematangkan cawapres.
Muhaimin menyampaikan sikap politik partainya tetap setiap pada Jokowi. "PKB tetap bergabung. Bahasa Inggrisnya apa?" kata Cak Imin.
"Join," kata para jurnalis.
Cak Imin menegaskan, PKB tidak ada niatan untuk hengkang dari koalisi pendukung Jokowi.
"Loh emang pernah ada rencana pindah. Yang penting kita join dulu," tegasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya