Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terus dicueki cawagub Sumsel, eks model berencana laporkan ke polisi

Terus dicueki cawagub Sumsel, eks model berencana laporkan ke polisi Herman Deru-Mawardi Yahya. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Satu bulan diadukan oleh mantan model berinisial IS (45) ke Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), calon wakil gubernur Sumsel Mawardi Yahya masih bersikap cuek. IS mengaku memiliki hubungan asmara selama 20 tahun dengan Mawardi dan dijanjikan akan dinikahi namun tak kunjung dipenuhi.

Setelah sebulan laporan masuk ke Komnas Perempuan di Jakarta, IS bersama juru bicaranya, Abdul Rofiq datang ke Palembang untuk menemui perwakilan instansi itu. Mereka menanyakan kembali bagaimana perkembangan aduannya.

Kepada wartawan, IS mengaku sama sekali belum komunikasi dengan Mawardi Yahya sejak melapor ke Komnas Perempuan 23 April 2018 lalu. Dia menilai, Mawardi Yahya tidak memilih iktikad baik atas laporannya.

"Sama sekali tidak dihubungi atau komunikasi dengan dia, padahal sudah saya laporkan, sempat heboh juga di media," ungkap IS kepada wartawan di Palembang, Rabu (23/5).

Menurut dia, jika sikap cuek Mawardi masih terus terjadi, dirinya akan melaporkan kasus ini ke polisi. Dirinya merasa nyawanya terancam dengan beragam intimidasi verbal yang disampaikan orang terdekat Mawardi Yahya.

"Saya konsultasikan dulu dengan kuasa hukum saya. Sampai sekarang saya masih tertekan, secara psikologis saya masih trauma," ujarnya.

IS mengaku memiliki hubungan asmara dengan Mawardi Yahya selama 20 tahun atau saat Mawardi masih duduk sebagai anggota DPRD Ogan Komering Ilir. Selama berhubungan itu, dia dijanjikan dinikahi, namun tak kunjung terjadi.

"Istrinya juga tahu hubungan kami, saya dijanjikan terus. Akhirnya sampai sekarang saya tidak menikah juga, baik sama dia ataupun pria lain, saya merasa terikat dengannya," kata dia.

IS mengatakan, keluhannya ini terungkap bukan didasari unsur politik. Dia hanya ingin haknya sebagai perempuan dipenuhi dan tidak mengalami intimidasi dari Mawardi Yahya.

"Saya cuma ingin dia bertanggung jawab, tidak ada alasan lain. Bukan karena dia calon wakil gubernur lalu saya buka cerita ini, waktu dia jadi bupati juga saya tuntut," kata IS.

Sementara itu, juru bicara IS, Abdul Rofiq mengatakan, kedatangannya ke Palembang atas arahan Komnas Perempuan pusat untuk konsultasi dan koordinasi dengan perwakilan di daerah. Dirinya tidak ingin kasus ini berlarut sehingga banyak membuang waktu dan tenaga.

"Kalau dibilang fitnah kita ada buktinya, ini tak ada sangkut pautnya dengan politik. Kami ingin perjuangkan hak perempuan yang tersakiti. Semoga ada itikad baik dari MY," ujarnya.

Rofiq juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi wanita lain agar tidak mudah terpikat dengan janji manis pejabat. "Kita ingin menjadikan kasus ini sebagai shock terapi bagi pejabat pemerintahan, jangan seperti itu," kata dia.

Sebelumnya, tim media pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, Alfrenzi Panggarbesi menilai masalah itu hanya kampanye hitam untuk menjatuhkan pasangan nomor urut 1 itu. Mereka tak lagi kaget dengan isu negatif yang dikemukakan oleh pihak-pihak tertentu menjelang Pilgub Sumsel.

"Kami tidak mau melayani atau menanggapi, itu isu murahan, isu kampungan. Tidak tahu lagi ada kampanye hitam apalagi makin mendekati hari pencoblosan," ujarnya.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP