Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terapkan ganjil genap, mobil di lampu merah diketok & diperiksa STNK

Terapkan ganjil genap, mobil di lampu merah diketok & diperiksa STNK Kemacetan. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sejak lama berjanji mengebut penerapan electronic road pricing (ERP) sebagai pengganti sistem 3 in 1 yang dihapus. Namun sampai saat ini sistem pengendalian kendaraan dengan jalan berbayar ini tak kunjung diterapkan.

Ahok, sapaan Basuki, mengungkapkan sambil menunggu semua payung hukum ERP rampung, dia berencana menggunakan sistem ganjil genap di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Diyakininya, sistem ini tak akan sulit diawasi.

"Enggak susah juga. Kan ada kamera. Ada CCTV begitu banyak? Kamu berani enggak pake pelat palsu? Terus masuk wilayah itu kamu pasti terjebak macet di lampu merah. Begitu lampu merah petugas akan datang memeriksa secara random STNK anda begitu ketangkap kamu ini kriminal loh pidana loh," katanya di SD Santa Maria, Jakarta Pusat, Senin (16/5).

Menurutnya, saat sistem ganjil genap diterapkan tentunya razia gabungan dari polisi dan Dishub akan digencarkan di lampu merah. Sehingga penertiban dapat berlangsung dengan cepat dan efektif.

"Kalau mau jalankan ganjil genap boleh tapi tiap kali lampu merah kamu harus berani langsung 20-50 orang ketok pintu yang terjebak cek STNK begitu ada palsu pidana mobil ditahan sekali aja kamu ngerjain gitu kamu pasti ciut nyalinya," terang mantan Bupati Belitung Timur ini.

Ahok memperkirakan sistem ini akan lebih efektif membatasi volume kendaraan dibandingkan 3 in 1. "Percaya enggak ini lebih gampang daripada 3 in 1, ganjil genap orang mau malsuin pasti mikir," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP