Temui Titiek Soeharto dan Ical, Sandiaga bantah pecah suara Golkar
Merdeka.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, telah menemui petinggi Partai Golkar yakni Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Wakil Ketua Dewan Pakar partai Golkar, Titiek Soeharto. Dalam pertemuan tersebut, Pilgub DKI Jakarta menjadi salah satu tema pembahasannya.
Sandiaga Uno membantah pertemuannya dengan petinggi partai berlambang pohon beringin itu sebagai upaya memecah belah partai. Sebab sebagaimana diketahui, Partai Golkar merupakan salah satu partai pengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).
"Enggak memecah belah karena kami bukan yang menginisiasi (pertemuan dengan Titiek Soeharto)," kata Sandiaga saat ditemui di Posko Pemenangan Anies Sandi Jalan Cicurug No 6 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/2).
Sandi menuturkan dalam pertemuan bersama Titiek, Prabowo dan Didit Rabu (22/2) kemarin, hanyalah silaturahmi biasa. Jamuan makan malam tersebut pun atas inisiasi desainer muda Didit Hediprasetyo.
"Ibu Titiek itu hadir atas undangan Pak Prabowo dan Didit (anak Titiek dan Prabowo). Dua duanya tim sukses kami. Nah jadi Mbak Titiek hadir itu sebagai undangan," jelas Sandi.

Anies-Sandi bersama Prabowo dan Titiek Soeharto ©instagram.com/sandiuno
Pun dengan pertemuannya dengan Aburizal yang akrab disapa Ical pada 10 Februari 2017 lalu di kediamannya. Pertemuan dengan bos Bakrie grup itu hanyalah diskusi terkait sejumlah program di bidang perekonomian rancangan Anies Sandi.
"Termasuk dengan Bang Ical. Kita dengan Bang Ical itu tidak menginisiasi. Tiba-tiba kita dapat," ujar Sandi.
Apalagi kata Sandi, Ical dianggap kapabel mengingat sederet pengalamannya di bidang ekonomi dan bisnis. Seperti mantan Ketua umum Kamar Dagang Industri (Kadin) dua periode, mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan mantan Menko Perekonomian.
"Jadi Taj banget soal ekonomi Jakarta. Kita itu hadir bukan dalam kapasitas lobi politik karena itu bukan domain kita. Domain kita itu sebatas turun terus untuk menangkap aspirasi warga," tutur Sandi.
Lebih lanjut, Sandi mengklaim hasil dari exit poll pada 15 Februari lalu, banyak kader Partai Golkar yang justru menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Anies-Sandi. Dia pun berharap pada putaran kedua nanti, bakal banyak lagi rekannya dari Partai Golkar yang juga memilih Anies-Sandi.
"Dari exit poll cukup banyak dari teman-teman Golkar menjatuhkan pilihannya ke Anies-Sandi. Kita berharap lebih banyak lagi karena sangat rasional kok," ungkap Sandi.
"Warga Jakarta itu udah memberikan pesan yang sangat jelas kalau lebih dari 50 persen menginginkan gubernur yang baru dan itu yang kita tangkap. Kita ingin tangkap dan warga Golkar pecah di tiga pasangan calon kemarin. Jadi kita berharap bisa lebih mempertimbangkan untuk menjatuhkan pilihan ke Anies-Sandi," tandasnya.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya