Temui Jokowi, Mbah Moen curhat kisruh PPP sampai soal radikalisme
Merdeka.com - Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kiai Haji Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen menyambangi Istana Kepresidenan, Jumat (12/2). Mbah Moen mengaku sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo.
Dalam pertemuan tersebut, Mbah Moen juga menceritakan kisruh dalam tubuh PPP antara kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy atau Romi. Mbah Moen meminta saran pemerintah untuk jalan keluarnya. Yang terpenting, kata Mbah Moen jalan yang diambil untuk kemaslahatan partai dan bangsa.
"Saya bilang, mau muktamar atau tidak itu tergantung maslahatnya. Mana yang baik," ujarnya di Istana Kepresidenan.
Terkait SK yang dikeluarkan Menkum HAM melegalkan atau mengakui kepengurusan Djan Faridz, Mbah Moen mengaku tak mau ambil pusing. Jika masih ada pertikaian terkait itu, Mbah Moen meminta agar diselesaikan secara hukum.
Selain membicarakan pertikaian dalam tubuh PPP, Mbah Moen mengaku juga membicarakan manuver kelompok radikalisme yang mengatasnamakan Islam namun membuat kegaduhan bahkan tak jarang aksi teror. Mabah Moen mengaku menitipkan amanah pada pemerintah untuk menjaga dan meluruskan Islam agar sejalan dengan tujuan bangsa.
"Saya menitipkan supaya Islam itu tidak dipisahkan dengan kepentingan-kepentingan bangsa. Itu yang seperti radikal dan lain-lain yang gaduh, mengacaukan negara itu semua tidak dibenarkan," tegas Mbah Moen. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya