Tekan angka golput, dewan masjid ajak jemaah untuk nyoblos
Merdeka.com - Tekan angka golongan putih alias golput di Pemilu legislatif yang digelar Rabu besok (9/4), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya, Jawa Timur, meminta takmir dan jemaah masjid di seluruh Kota pahlawan untuk menggunakan pengeras suara di masjid dan meminta warga sekitar segera datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Hal ini diungkap Ketua DMI Kota Surabaya, Arif Afandi. Dia berharap, dengan peran serta masjid, tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat. "Para takmir dan jemaah perlu menyerukan agar warga menggunakan hak pilihnya pada Pileg 9 April besok," ungkap mantan Wakil Wali Kota Surabaya tersebut, Selasa (8/4).
Arif juga meminta kepada seluruh jemaah masjid bisa menjadi pelopor untuk berpartisipasi dalam Pileg maupun Pilpres tahun ini (2014). Sebab menurutnya, kedatangan jemaah untuk menggunakan hak pilihnya itu, merupakan bagian dari upaya ikut menentukan masa depan bangsa.
"Apalagi, Pemilu kali ini sangat strategis untuk menentukan pemimpin nasional mendatang. Kepemimpinan nasional akan baik kalau wakil rakyatnya juga baik. Maka dari itu, pilih yang menurut hati nurani masing-masing yang dianggap mampu mengemban amanah dalam membawa aspirasi masyarakat," imbau dia.
Masjid, lanjut dia, beserta jemaahnya, bisa berperan aktif membantu penyelenggara Pemilu untuk menekan angka golput. "Dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, diharapkan kualitas Pemilu kali ini menjadi semakin baik dan menghasilkan para wakil rakyat yang baik pula," tutur pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Perekonomian NU Jawa Timur tersebut.
Arif menegaskan, seruan agar takmir dan jemaah memanfaatkan fasilitas masjid untuk mengajak dan mengimbau masyarakat agar segera ke TPS-nya masing-masing itu, bukan menjadi masjid sebagai arena kampanye politik.
Diakuinya, sejak menjadi Ketua DMI Kota Surabaya, dia memimpikan kalau masjid juga bisa menjadi pusat peradaban, termasuk dalam hal membangun partisipasi politik di masyarakat. "Yang tidak boleh adalah menjadikan masjid sebagai arena kampanye salah satu partai politik."
Kalau menyerukan untuk orang memilih, masih kata dia, ini bukan kampanye politik. Tapi ini adalah bagian dari kewajiban para takmir dan jemaah masjid untuk ikut membangun masa depan bangsa kita. "Dalam bahasa agama disebutkan bahwa cinta negara (hubbul wathon) adalah bagian dari iman. Saya membayangkan, kalau besok pagi (9/4), seluruh masjid membuat pengumuman lewat pengeras suaranya agar warga nyoblos, pasti angka golput bisa ditekan," tandasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya