Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TB Hasanuddin sebut Jokowi sudah sering tegur menteri pembuat gaduh

TB Hasanuddin sebut Jokowi sudah sering tegur menteri pembuat gaduh Sudirman Said-Rizal Ramli. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Perseteruan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencuri perhatian sebagaian besar masyarakat Indonesia. Apalagi, kisruh antara Sudirman dan Rizal Ramli bukan kali ini saja terjadi.

Anggota Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengatakan, sebetulnya Jokowi memberikan peringatan kepada kedua menteri tersebut. Tetapi, kata dia, keduanya tampak cuek saja walaupun diberi teguran oleh Presiden.

"Sepengetahuan saya, presiden sudah berulang kali menyampaikan pesan bahkan teguran baik tertutup maupun terbuka soal kegaduhan ini. Agar setiap perbedaan pendapat dapat diselesaikan dalam sidang kabinet atau dikordinasikan secara tertutup, bukan diruang publik. Arahan presiden Jokowi sudah sangat tepat," ujar TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/3).

Dia berpandangan, melihat kegaduhan yang dilakukan beberapa menteri sebagai pembantu presiden ini sepertinya sudah kelewat batas. Khususnya yang dilakukan antara Rizal Ramli dengan Sudirman Said.

"Seperti gaduh soal pembangunan listrik, Freeport, dan terakhir soal Masela. Bahkan lebih gaduh saling serang secara terbuka maupun menggunakan sarana medsos," ucapnya.

Kegaduhan yang berlarut-larut, lanjut Hasanuddin menyebabkan munculnya kesan bahwa kabinet ini tidak kompak. Masing-masing pembantu presiden jalan sendiri-sendiri dan tidak sesuai dengan visi dan misi presiden.

Selanjutnya, kegaduhan ini dapat mengurangi kinerja kabinet dan mendegradasi kewibawaan presiden sebagai kepala pemerintahan. Para pembantu presiden yang di tunjuk presiden malah tidak mengikuti arahannya.

"Kami sarankan kalau sudah di peringatkan dan tetap gaduh terus, sebaiknya di copot saja. Mereka pun toh bukan menteri-menteri yang pernah die hard atau berdarah darah mendukung Jokowi saat pilpres kemarin," tutup Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP