TB Hasanuddin desak Jokowi segera serahkan nama calon panglima TNI
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin berharap Presiden Joko Widodo sudah menyodorkan nama Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal Moeldoko selambat-lambatnya tanggal 19 Juni. Sebab, DPR akan kembali memasuki masa reses pada 10 Juli, sehingga Panglima TNI dapat dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.
"Mengacu pada Pasal 13 ayat 2, Panglima diangkat dan diberhentikan Presiden setelah mendapat persetujuan DPR dan dalam Pasal 13 ayat 6 calon Panglima disampaikan paling lambat 20 hari sejak diterima oleh DPR. DPR akan reses mulai tanggal 10 Juli sampai awal Agustus maka 20 hari sebelum 10 Juli atau paling lambat 19 Juni Presiden sudah harus menyerahkan nama calon panglima TNI ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan," kata TB Hasanuddin melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).
Menurut politikus PDIP ini setidaknya ada empat tugas prioritas yang harus diemban oleh Panglima TNI yang baru. Pertama, meningkatkan disiplin dan profesionalisme prajurit, kedua melanjutkan pengembangan alutsista melalui program MEF.
"Ketiga meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keempat menyelesaikan masalah sengketa tanah dengan rakyat," terang dia.
Diketahui, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko akan memasuki masa pensiun pada 8 Juli 2015 mendatang. Dengan demikian tongkat kepemimpinan tertinggi pada lingkungan TNI akan segera berganti dalam waktu dekat.
Sejumlah perwira tinggi mulai dari jenderal bintang tiga hingga bintang empat, disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon pucuk pimpinan TNI itu. Jika merunut kelaziman pengangkatan panglima TNI secara bergilir antar-angkatan, maka kini kandidat terkuat berasal dari TNI Angkatan Udara.
Jenderal Moeldoko berasal dari TNI AD dan periode sebelumnya, Kasal, Laksamana Agus Suhartono, menjadi orang nomor satu di militer. Dengan demikian yang paling berpeluang adalah Kasau, Marsekal Agus Supriatna.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya