Tantowi bantah wacana perluasan Wantim buat kepentingan bisnis Ical
Merdeka.com - Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menuding ada kepentingan tersembunyi dibalik wacana perluasan kewenangan Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar yang dikoarkan kubu Aburizal Bakrie (Ical). Menurut Agung, kepentingan bisnis bukan tak mungkin menjadi misi tersembunyi dibalik wacana pencalonan Aburizal menjadi Wantim.
Menanggapi itu, Ketua DPP Golkar kubu Ical, Tantowi Yahya menampik keras. Tantowi mengatakan sejauh ini pihaknya belum membahas apa-apa terkait perluasan wewenang Wantim.
"Oh enggak ada (kepentingan bisnis). Sejauh ini kita belum bahas soal perluasan kewenangan Wantim," kata Tantowi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1).
Tantowi menjelaskan, perluasan wewenang Wantim seyogyanya dibahas dalam Munas. Kepentingan bisnis hanyalah tudingan semata.
"Perluasan wewenang kan dibahas dalam Munas. Kebenaran Ical jadi Wantim pun belum tentu," tandas dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono mengkritik keras wacana perluasan wewenang Dewan Pertimbangan. Dia menuding ada rencana tersembunyi Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie alias Ical mewacanakan ide itu.
"Memperkuat kewenangan Wantim buat apa? Yang diperkuat itu kaderisasi, persatuan kesatuan, jujur menjalankan kepentingan partai bukan pribadi bisnisnya," kata Agung ketika dihubungi awak media di Jakarta, Senin (25/1).
Perluasan wewenang, menurut dia, harus melalui Munas. Rapimnas yang digelar Golkar kubu Ical sejauh ini dianggapnya tidak memiliki wewenang untuk memperluas wewenang Wantim.
"Apalagi Rapimnas tidak ada kekuasaannya untuk mengubah kewenangan Wantim, harus lewat Munas," ungkapnya.
Seharusnya Rapimnas digelar untuk memperkuat kader partai. "Perkuat partai, hubungan pusat daerah, bagaimana konsisten jalankan ideologi partai, bukan kewenangan wantim diperkuat," ujarnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya