Tanpa 3 hal ini, Senior Golkar yakin konflik partai tak akan selesai
Merdeka.com - Partai Golkar akan menggelar Munas untuk memilih Ketua Umum yang baru dalam waktu dekat. Politisi Senior Golkar Hajriyanto Y Thohari mengingatkan pentingnya mengutamakan tiga hal yang menjadi harga mati dalam Munas tersebut.
"Munaslub Golkar harus dapat berlangsung demokratis, rekonsiliatif, dan berkeadilan," ujar Hajriyanto dalam diskusi bertajuk 'Kemana Golkar Pergi?' di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/2).
Munas Golkar nantinya diharapkan akan menjadi solusi mengakhiri dualisme kepengurusan antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Jika Munas tidak memenuhi tiga hal tersebut, dia meyakini pasca terpilihnya Ketua Umum Partai Beringin yang baru maka perpecahan akan kembali terjadi.
"Jika tiga hal ini tidak dipenuhi maka Munaslub itu nanti hanya akan jadi Munas yang ketiga di Partai Golkar yang tidak menyelesaikan konflik yang terjadi. Tidak mustahil akan melahirkan perpecahan lagi," tegasnya.
Lebih jauh, mantan Wakil Ketua MPR ini menyatakan apabila tiga hal tersebut tak terpenuhi, maka para kandidat yang kalah akan menjadikannya sebuah alasan untuk membuat gerakan yang baru.
"Jika tiga-tiganya tidak terjadi dalam Munaslub maka akan jadi dalih bagi pihak yang kalah tidak puas dan melakukan gerakan-gerakan lagi karena Munas dinilai tidak demokratis, rekonsiliatif, dan tidak berkeadilan," katanya.
Selain itu, dia menilai gelaran Munas masih memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya, siapakah yang akan menjadi penyelenggaranya. Sebab, DPD Partai Golkar sendiri saja masih banyak yang berseteru.
"Nah siapa nanti yang berhak jadi peserta Munas?" tukasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya