Tanggapi isu SARA, JK bilang 'masak capres tanding baca Quran'
Merdeka.com - Kampanye hitam terus menyerang dua pasang calon presiden yang akan berlaga di Pilpres Juli mendatang. Teranyar, kedua kubu capres saling melancarkan isu yang berbau SARA.
Menanggapi permasalahan ini, cawapres Jusuf Kalla meminta sebaiknya dihentikan. Apalagi sampai berbau SARA.
"Di mana-mana terjadi black campaign itu, tapi selalu diklarifikasi. Tapi saya sarankan kita jangan black campaign dengan SARA, itu berbahaya menyangkut martabat orang, pribadi," jelas JK saat ditemui di kediaman salah satu pendiri Partai Golkar , Suhardiman, Senin (26/5).
Dia mencontohkan kampanye negatif yang menyebut pasangannya capres Jokowi bukan beragama muslim. Menurutnya, bila memang pihak yang meragukan sebaiknya partai terbuka dan membuktikan tudingan itu tak benar.
"Orang selalu meragukan agamanya Jokowi . Kalau ada orang yang meragukan dia bukan islam terbuka aja partai dengan ngaji. Kaya di Aceh aja pertandingan pembacaan Al Quran antara capres dan cawapres," tambahnya.
Sebelumnya diembuskan isu Jokowi bukan berasal dari keluarga yang beragama muslim. Tak hanya itu, Jokowi juga disebut tak bisa wudhu dan jadi imam salat.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya