Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak pakai strategi, Golkar yakin Ahok-Djarot tetap dipilih rakyat

Tak pakai strategi, Golkar yakin Ahok-Djarot tetap dipilih rakyat Ahok-Djarot. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi menuturkan bahwa partainya belum memiliki strategi untuk meningkatkan elektabilitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok' dengan Djarot Saiful Hidayat. Akan tetapi, dia yakin partainya sudah berada di jalur yang benar.

"Enggak ada (strategi), Kita sudah yakin kita berada di jalan benar. Tunggu sampai penetapan nomor, tunggu sampai masa kampanye, sampai pasangan calon sosialisasi program. Nah itu akan kelihatan, kalau programnya jitu naiknya cepet signifikan. Kalau programnya tidak jitu siap siap untuk kehilangan pemilih," papar Fayakhun kepada awak media di gedung DPD partai Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Fayakhun melanjutkan, bahwa sebenarnya para pasangan petahana tersebut tidak perlu memberikan janji-janji kepada masyarakat DKI Jakarta, untuk memilihnya kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang.

"Ini kelebihannya bung Ahok dan Djarot, mereka incumbent jadi sebenernya mereka tidak perlu memberikan janji, sekarang tinggal publik melihat apa yang mereka lakukan," lanjutnya.

Menurutnya, apabila masyarakat DKI Jakarta menilai kinerja para petahana telah baik dari sebelumnya, maka walaupun pasangan petahana tersebut tidak melakukan kampanye maka masyarakat DKI tetap akan memilihnya.

"Kalau yang ngelihat ini merasa puas, sebenarnya enggak usah kampanye pun mereka juga akan pilih lagi. Kalau mereka nggak puas, mau kampanye sampe jontor juga orang gak ada yang pilih," tandas Fayakhun.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan kajian terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari hasil survei, LSI menyimpulkan jika pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tetap kuat, namun popularitasnya terus menurun.

Tim peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan berdasarkan catatan survei yang dilakukan sejak Maret sampai Oktober 2016 elektabilitas Ahok terus merosot. Di mana elektabilitas Ahok pada Maret silam mencapai 59,3 persen, namun pada Oktober turun menjadi 31,4 persen.

"Survei Maret 2016 elektabilitas Ahok mencapai 59,3 persen. Tapi pada survei Oktober 2016 elektabilitas Ahok turun jadi 31,4 persen," kata Adjie di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (4/10).

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP