Tak Hadiri Kampanye Akbar Prabowo, AHY Sebut Sudah Aktif di Jawa Barat
Merdeka.com - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, koalisi dengan dengan partai lain di tim Prabowo-Sandi tetap solid pasca-pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tak setuju dengan konsep kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu.
Meskipun AHY tak bisa hadir dalam acara tersebut, namun Demokrat telah mengutus sejumlah petinggi partai untuk menghadiri kampanye di Senayan.
"Tetap solid, yang jelas ketika saya berhalangan hadir, walaupun saya diundang saya tetap meyakinkan ada keterwakilan Partai Demokrat sebagai pengusung Prabowo-Sandi. Kita mengutus Waketum Syarief Hasan, ada pak Sekjen dan ada kader-kader yang terlibat dalam BPN dan kader-kader lainnya. Artinya tidak mempengaruhi itu semua. Toh sebelumnya saya sudah hadir di kampanye Jawa Barat, menunjukkan bahwa saya secara aktif terlibat dalam koalisi," ujar AHY di Solo, Senin (8/4).
AHY juga membantah jika sikap SBY tersebut sebagai bentuk kegelisahan dan bukan hanya dalam konteks secara khusus mengenai Prabowo. Menurutnya, Prabowo mempunyai karakter yang kuat baik dalam berorasi maupun kepemimpinan. Sehingga ia sangat mengapresiasi hal tersebut.
"Itulah Pak Prabowo. Pak SBY tidak melihat itu sebagai sesuatu yang membuatnya gelisah. Tetapi yang membuatnya terus ingin berkontribusi terhadap situasi politik di tanah air ini adalah mencegah adanya perpecahan dan polarisasi. Karena ini sudah sampai ke akar rumput. Saya sudah berkeliling di tanah air dan mendapat pesan yang menginginkan hadirnya kepemimpinan yang sejuk, yang mengayomi semua," katanya.
AHY mengaku tidak mengetahui awal mula bocornya surat tersebut. Bagi Demokrat isi surat tersebut bukanlah hal yang tabu untuk diketahui orang lain. Ia justru merasa senang surat tersebut dibaca oleh publik.
"Kemarin itu bukan Pak SBY sebagai Ketum, tetapi sebagai bapak bangsa. Mantan presiden yang ingin mengingatkan kita terus agar lebih baik jalannya. Dan tidak mengulangi apa yang tidak baik di masa lalu. Jangan sampai kita semua terpecah belah hanya karena pertarungan politik yang sesaat," pungkas dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya