Syarif Hasan bantah Demokrat merapat ke kubu Jokowi
Merdeka.com - Ketua Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan langsung membantah kabar Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memutuskan untuk bergabung dengan parpol koalisi pendukung calon presiden petahana, Joko Widodo atau Jokowi. Berdasarkan kabar yang beredar, disebutkan SBY telah memutuskan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Kabar itu disampaikan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
"Enggak benar (dukung Jokowi)," kata Syarif dihubungi merdeka.com, Rabu (4/4).
Mantan Menteri Koperasi dan UMKM di era pemerintahan SBY ini mengatakan, saat ini SBY tengah melakukan roadshow ke provinsi yang ada di Pulau Jawa. Keputusan soal arah dukungan koalisi juga belum ditetapkan.
"Saya sekarang dengan Pak SBY sedang lakukan tour ke Jatim dan Jateng," sebutnya.
Dia menambahkan Partai Demokrat akan memutuskan secara resmi capres atau cawapres yang akan diusung pada Juli 2018.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto menyampaikan saat ini partainya masih terus berkoordinasi dengan parpol lain membahas rencana koalisi. Demokrat tidak ingin terburu-buru memutuskan. Apalagi pendaftaran baru dibuka pada Agustus 2018.
"Sebenarnya batas maksimalnya kan tidak April ya, sekitar Agustus. Sehingga kita masih mempunyai waktu dan memang Partai Demokrat masih betul-betul dengan serius berkoordinasi. Karena kita ketahui threshold (ambang batas parlemen) 20 persen sehingga Partai Demokrat harus melaksanakan koalisi," paparnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).
Dengan berkoalisi, Demokrat bisa mengusung capres-cawapres. "Koalisi-koalisi ini yang harus dihimpun supaya Partai Demokrat bisa mengusung capres-cawapres," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya