Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Syarat tidak tercela calon ketum Golkar membuat polemik

Syarat tidak tercela calon ketum Golkar membuat polemik Kantor DPP Golkar. ©2016 Merdeka.com/Dieqy Hasbi Widhana

Merdeka.com - Ketua Steering Committee Nurdin Halid menjelaskan bahwa syarat calon ketua umum Partai Golkar yaitu Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak tercela (PDLT) bisa dikompromikan. Hal tersebut lantaran syarat tersebut bersifat subjektif.

"PDLT adalah ikon daripada Golkar. PDLT itu penilaian subjektif dari tim verifikasi. Beda dengan keterangan dokter bebas narkoba, tapi PDPLT tidak perlu dibuktikan oleh calon," kata Nurdin di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (3/5).

Menyoal persyaratan tidak loyal, di era demokrasi menurut Nurdin, berbeda berpendapat dengan partai belum tentu tidak loyal. ‎Sedangkan terkait persyaratan tidak tercela, menurut Nurdin cukup menyertakan surat SKCK. Ada beragam penafsiran pada nantinya terkait hal ini.

"Contoh tidak tercela, apakah kalau orang tersangka tercela? Belum karena KUHAP praduga tidak bersalah. Apakah orang pernah dipidana tercela, karena MK telah membatalkan UU orang yang melanggar pidana tidak boleh jadi gubernur," tuturnya.

Nurdin juga menjelaskan calon yang memiliki istri lebih dari satu dulu sempat dianggap tercela. Namun di era sekarang tidak. Sebab sudah tidak berlaku lagi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan.

‎Namun penilaian mengenai apakah bakal calon memenuhi syarat PDLT, diserahkan kepada panitia. Tim verifikasi, etik, dan Nurdin sendiri akan memutuskannya.

"Nanti yang menilai tim verifikasi dan etik. Tim verifikasi kan tidak berjalan sendiri, nanti dirapatkan dan rapat saya pimpin," tuturnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP