Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Surya Paloh sebut calon boneka di pilkada permainkan demokrasi

Surya Paloh sebut calon boneka di pilkada permainkan demokrasi HUT Partai Nasdem. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tegas menolak adanya calon boneka di pilkada serentak 9 Desember nanti. Menurut dia, pengusungan calon boneka untuk memenangkan satu calon kuat merendahkan nilai demokrasi.

"Saya enggak ngerti kalau mereka mau dijadikan alat politik yang merendahkan harkat dan martabat mereka. Ini kan mempermainkan demokrasi di negara ini," kata Surya Paloh di Gedung DPP NasDem, Jl. RP Soegorso, Jakarta Pusat, Senin (10/8).

Selain merendahkan martabat manusia, calon boneka, kata dia, memperlihatkan sisi manusia yang bisa dipermainkan oleh apa saja.

"Tadi saya katakan, kenapa suka dengan calon boneka, baik yang mencalonkan dan yang dicalonkan ya jadi manusia boneka saja dia," kritik bos Metro TV ini.

Pengusungan calon boneka bukan tidak mungkin dilakukan dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015. Calon boneka sengaja dimunculkan hanya sekedar untuk memenuhi syarat minimal dua pasang calon di pilkada. Dengan begitu, calon kepala daerah yang dinilai kuat bisa mulus memenangkan pertarungan.

Calon boneka sendiri tidak dibatas secara tegas oleh hukum, baik pelarangan maupun ranah pidananya. Wakil ketua DPR Fadli Zon, dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini mengatakan jika pasangan calon boneka sah-sah saja dan merupakan sebuah bagian dari demokrasi.

"Secara hukum juga nggak ada sanksi untuk calon boneka, karena kalau calon yang kuat membentuk kompetitornya itu kan sah-sah saja secara hukum, dan saya kira enggak ada masalah tapi saya kira secara demokratis ini mengakali prosedur demokrasi," kata Fadli.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP