Survei SMRC: Prabowo Paling Kuat Sebagai Capres Elite Partai
Merdeka.com - Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpeluang besar menjadi presiden di Pilpres 2024 bila yang bertarung adalah calon dari kalangan elite partai. Berdasarkan hasil survei Februari 2022 dengan kelompok pemilih kritis, Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi di antara ketua umum partai dan elite partai.
Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 13,7 persen dalam simulasi semi terbuka.
"Kalau calon-calon ketua-ketua partai kalau menurut survei di semi terbuka kita sebut di sini, tokoh partai adalah Prabowo yang kuat," ujar pendiri SMRC, Saiful Mujani dalam rilis survei melalui YouTube, Senin (28/2).
Dalam simulasi ini, sederet elite partai politik tidak memiliki elektabilitas di atas 5 persen.
Jauh di bawah Prabowo ada nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas sebesar 2,6 persen. Kemudian, Ketua DPR RI dan politikus PDIP Puan Maharani 1,1 persen, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 0,4 persen, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo 0,4 persen, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 0,2 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0,1 persen, dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh 0,1 persen.
Sementara elite partai lain seperti Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu tidak mendapatkan dukungan.
Ganjar yang menempati urutan teratas dalam survei elektabilitas capres ini dengan angka 27,5 persen, tidak tergolong elite partai politik meski kader PDIP karena bukan penentu kebijakan di partai.
Menurut Saiful, bila partai-partai mengutamakan atau memprioritaskan ketua umum dan tokoh utama di partai, maka Prabowo adalah tokoh paling kuat di antara elite politik lainnya. Kemungkinan Prabowo menang Pilpres 2024 sangat besar jika yang bertarung hanya elite partai.
SMRC melakukan survei pada 8-10 Februari 2022 melalui wawancara telepon. Jumlah responden 1268 dipilih secara acak dipilih secara acak dari populasi pemilih kritis. Margin of error survei kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
SMRC melakukan survei di kalangan pemilih kritis, yaitu kelompok dengan kriteria memiliki telepon, tinggal di perkotaan, berpendidikan tinggi, dan sering mengakses berita sosial politik dari berbagai media. SMRC mencatat ada 72 persen pemilih kritis dari populasi pemilih nasional.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya