Survei SMRC: Ahok 36 persen, Yusril 2,8 persen, Sandiaga 2,1 persen
Merdeka.com - Peta politik menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 cenderung berubah-ubah. Sejumlah calon Gubernur DKI bisa memperoleh elektabilitas dan dukungan yang terus berkembang.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, hingga saat ini belum ada calon Gubernur DKI yang bisa mengalahkan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama. Kendati Ahok belum memutuskan apakah menempuh jalur parpol atau jalur independen dalam Pilgub DKI 2017.
"Meskipun sejumlah nama tokoh telah terkemuka, Ahok masih belum mendapatkan lawan seimbang," ujar Dirut Program SMRC Sirojudin Abbas di kantor, Jalan Cisadane, Jakarta, Kamis (21/7).
Hingga survei SMRC dilakukan, belum ada satu pun parpol yang secara definitif mengajukan calonnya untuk menjadi penantang Ahok.
Sirojudin menjelaskan, selisih elektabilitas antara Ahok dengan saingan terdekatnya masih sangat jauh yaitu di atas 30 persen. Saingan Ahok dalam survei ini yaitu Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault, Tri Rismaharini, Sjafrie Sjamsoeddin, Ridwan Kamil, Abraham Lunggana, Yusuf Mansur, Ganjar Pranowo, Djarot Syaiful Hidayat, Ahmad Dhani, Rieke Diah Pitaloka, Nachrowi Ramli dan Biem Triani Benjamin.
"Dalam simulasi terbuka, Ahok mendapat elektabilitas terbanyak 36,6 persen, cukup jauh di atas Yusril 2,8 persen, Sandiaga Uno 2,1 persen dan calon lain di bawah satu persen," terang Sirojudin.
Selain dalam simulasi semi terbuka, Ahok tetap paling tinggi dalam simulasi semi terbuka. Dengan suara mayoritas 53,4 persen, Yusril 10,4 persen, Risma 5,7 persen, Sandiaga Uno 5,1 persen, Yusuf Mansur 4,6 persen dan calon lain di bawah tiga persen.
"Tingginya elektabilitas Ahok juga tidak lepas dari penilaian warga atas kinerjanya sebagai gubernur petahana," pungkasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya