Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei SMRC: 46% Masyarakat Berpendidikan Tinggi Tak Memilih di Pilkada Serentak

Survei SMRC: 46% Masyarakat Berpendidikan Tinggi Tak Memilih di Pilkada Serentak Petugas KPPS berseragam sekolah. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan kelompok penduduk berpendidikan tinggi ternyata tidak banyak menggunakan hak suaranya di Pilkada Serentak 2020 kemarin. Sebanyak 46 persen masyarakat yang pendidikan tinggi mengaku tidak memilih, hanya 54 persen yang mencoblos.

"Dari sisi pendidikan kita lihat masyarakat yang berpendidikan SLTP dan setingkat SLTA itu jauh lebih dominan tingkat partisipasi dibanding tingkat pendidikan yang lain," kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam rilis hasil survei SMRC, Kamis (17/12).

Jika dibandingkan dengan angka partisipasi pada kelompok masyarakat tamatan SLTA dan SLTP, maka angka tersebut terpaut cukup jauh. Saidiman mengungkapkan, angka partisipasi kelompok penduduk lulusan SLTP dan SLTA pada Pilkada 2020 masing-masing 88 dan 85 persen.

Sementara angka partisipasi di kelompok penduduk lulusan SD serta tak tamat SD berada di angka 68 persen.

Saidiman mengatakan, survei nasional dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak (random) pada 9-12 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9 persen.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP