Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei Populi Center: Kinerja Menpora paling mengecewakan publik

Survei Populi Center: Kinerja Menpora paling mengecewakan publik Imam Nahrawi main bulu tangis bersama tim merdekacom. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dari hasil survei populi center menyebutkan ada sejumlah menteri dinilai mengecewakan oleh masyarakat. Dari 34 menteri anggota kabinet kerja masyarakat menilai negatif kinerja 27 menteri dengan presentase yang menyatakan kecewa.

Menurut peneliti Populi Center, Nona Evita, kinerja Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nachrawi dinilai mengecewakan. Dia berada di posisi tertinggi dari menteri-menteri lain yang dianggap mengecewakan oleh mayoritas responden.

"Menteri Pemuda dan Olah Raya Imam Nachrawi mendapatkan presentase 14.6 persen yang menyatakan kecewa dengan kinerjanya," katanya di acara 'Satu Tahun Kabinet Kerja: Kinerja Sudah Terasa?' di Hotel Kartika Candra, Jakarta, Senin (26/10).

Kemudian disusul Menteri Hukum dan Ham Yasonna H Laoly dengan presentase 9,5 persen yang dinilai masyarakat kinerjanya mengecewakan. "Di peringkat ketiga dari hasil survei yang kinerjanya mengecewakan yaitu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dengan presentase 8,9 persen," paparnya.

Namun bagi masyarakat yang terkena dampak kabut asap ada tiga menteri yang dinilai mengecewakan. Tiga Menteri itu adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Yohana Yambise, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

"Dari 52 responden yang terkena kabut asap kecewa dengan Menteri Khofifah dengan presentase 48,1 persen kemudian disusul Menteri Anies Baswedan dengan presentase 40 persen, selanjutnya Menteri Yohana Yambise dengan presentase 42,9 persen," jelasnya.

Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi sejak tanggal 15-22 Oktober 2015. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan dengan tatap muka.

"Kami memasukkan total 250 responden yang daerahnya terkena dampak asap di pulau Sumatera dan Kalimantan," tandasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP