Survei PolMark, TKN Jokowi Tak Yakin Undecided Voters Sampai 30%
Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding meragukan hasil survei PolMark. Khususnya soal pemilih yang belum menentukan pilihan mencapai 30 persen seperti yang dirilis PolMark.
Karding meyakini, berdasarkan hasil survei lembaga lain undecided voters tak sampai 30 persen. Dia memprediksi, hanya sekitar 15 persen.
"Saya sebenarnya tidak yakin undecided voters besar, feeling saya 15 persen dan hasil survei lain juga menyatakan demikian," kata Karding kepada merdeka.com, Rabu (6/3).
Tapi, Karding menghormati apapun hasil yang diungkap oleh lembaga survei. Hal itu akan menjadikan catatan bagi timnya.
"Tapi taruhlah itu benar, maka kita harus membangun strategi meraih undecided voters yang masih tersisa. Jumlah besar ini tentu biarlah menjadi catatan kita perbaiki supaya kita agar undecided bisa masuk ke Pak Jokowi lebih banyak," tegas Karding.
Diketahui, survei Polmark menyebutkan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,4 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 25,8 persen. Menariknya, undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan dalam survei milik Eep Saefulloh ini sebesar 33,8 persen.
Survei Polmark menggunakan metode yang berbeda seperti survei nasional biasanya. Polmark melakukan survei di 73 Dapil dari total 80 Dapil seluruh Indonesia. Data yang tersaji adalah agregat hasil 73 survei yang dibuat dengan perhitungan statistik yang layak.
Dalam keseluruhan survei ini, 72 dapil di antaranya melibatkan 440 responden, sementara 1 dapil, yaitu Jawa Barat 3, melibatkan 880 responden. Maka keseluruhan data hasil survei ini meliputi 32.560 responden yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
73 Dapil ini meliputi 172.008.099 atau 92,9% dari pemilih Pemilu 2019. Di 73 Dapil ini diperebutkan 534 kursi atau 92,9% dari 575 kursi DPR RI.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya