Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei LSI: Sibuk koalisi, capres lupakan visi membangun negeri

Survei LSI: Sibuk koalisi, capres lupakan visi membangun negeri capres berkualitas. pol-tracking institute

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network melansir hasil survei mengenai pengetahuan masyarakat mengenai program para kandidat calon presiden. Dari hasil penelitian di lapangan mayoritas masyarakat tidak mengetahui program apa yang akan diusung para capres dan juga visi misi para pemimpin ke depannya nanti.

"Sebanyak 63,80 persen Mayoritas publik tidak tahu apa yang akan diperjuangkan para capres. Hanya 18.90 persen yang mengetahuinya. Sementara itu 17.30 persen tidak menjawab," ujar peneliti LSI, Ardian Sopa, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (22/4).

Adrian melanjutkan, sebelum penyelenggaraan pemilihan presiden yang jatuh pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang, publik ingin mengetahui, program calon pemimpin Indonesia dari tiga aspek, yaitu ekonomi, politik, dan budaya.

"Rincian dari program politik di antaranya membangun pemerintahan yang kuat serta stabilitas politik dan parlemen. Untuk program ekonomi di antaranya mempercepat kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, pengangguran dan stabilitas harga," lanjut Adrian.

Adrian mengatakan, untuk program budaya menurut dia, publik sangat butuh pemimpin yang menjaga kerukunan dan keragaman serta mengurangi kasus diskriminasi.

"Program budaya dan isu anti diskriminasi biasanya tak berani secara lantang dibicarakan capres. Padahal publik menganggap isu itu penting," tambahnya.

Topik pilihan: Caleg Gagal | Koalisi Partai Islam

Menurut Adrian, para capres saat ini terlalu asyik dengan pencitraan membentuk koalisi sehingga melupakan sosialisasi program, visi dan misi. Dia menambahkan hal itu, berdampak pada rendahnya pengetahuan masyarakat tentang sosok pemimpin yang akan dipilihnya.

"Manuver-manuver politik. Tetapi akan sangat miskin gagasan dan visi misi capres tersebut jika nantinya Presiden di 2014. Geliat parpol dan capres terlalu sibuk mengurusi koalisi capres," jelasnya.

Survei dilakukan LSI dari tanggal 15 hingga 18 April 2014 dengan metode Multistage Random Sampling untuk 1200 responden di 33 Provinsi seluruh Indonesia dan margin of eror 2,9%.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP