Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei LSI Denny JA sebut 74,5 persen responden dengar nama Ganjar di kasus e-KTP

Survei LSI Denny JA sebut 74,5 persen responden dengar nama Ganjar di kasus e-KTP Sudirman-Ida dan Ganjar-Yasin pamer keakraban di angkringan. ©2018 Merdeka.com/Dian Ade Permana

Merdeka.com - Laporan lembaga survei LSKP-LSI Denny JA menyebut mayoritas responden mendengar kabar Ganjar Pranowo diduga terlibat korupsi e-KTP. Walau mengetahui, ada sebagian mereka meyakini bahwa calon gubernur Jawa Tengah itu tidak melakukan korupsi dalam kasus tersebut.

"Soal kasus e-KTP, 74,5 persen responden mendengar. Tetapi, hanya 13,9 persen yang percaya Ganjar terlibat, dan 38,1 persen tidak yakin terlibat," kata Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono di Semarang, Kamis (21/6).

Dalam survei ini, LSI Denny JA melakukan pada 7-13 Juni 2018 dengan metode multi stage random. Wawancara dilakukan dengan tatap muka terhadap 440 responden dan margin of error sebesar ± 4,8 persen.

Meski banyak responden mengetahui Ganjar kerap disebut dalam korupsi e-KTP, elektabilitasnya masih di atas Sudirman Said. Untuk pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memeroleh 54 persen. Sementara, Sudirman Said-Ida Fauziyah hanya 13 persen. Sedangkan pemilih mengambang (swing voter) mencapai 33 persen.

Menurut Sunarto, terdapat migrasi suara dari partai pengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah ke Ganjar Pranowo-Taj Yasin. "Dari pemilih grassroot partai hanya Gerindra yang setia memilih Sudirman Said, PKS terbelah, PAN juga terbelah, sedangkan PKB pemilihnya berhasil dicuri oleh Ganjar Pranowo. Sementara partai pengusung Ganjar, Hanura dan Perindo yang tidak solid," ungkapnya.

Faktor lain adalah tingginya popularitas Ganjar mencapai 96,6 persen dan Taj Yasin 56 persen. Sementara Sudirman Said 63,9 persen dan Ida Fauziyah 49,8 persen. Kepuasan responden atas kinerja Ganjar juga masih tinggi. Hasil survei menyebut kepuasan mencapai 71,1 persen dan tidak puas hanya 21 persen.

Alasan lain Ganjar masih unggul, kata Sunarto, dipengaruhi dukungan banyak ormas Islam serta menguasai wilayah pemilihan. "Di semua dapil Ganjar-Yasin unggul, ini karena basis PDIP di Jawa Tengah. Meski begitu, ada juga daerah yang Sudirman-Ida menonjol, yakni di Brebes, Kabupaten Pekalongan, dan Kendal," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya memprediksi mustahil bagi Sudirman-Ida mengejar ketertinggalan dari Ganjar-Yasin. Alasannya, waktu pencoblosan kurang dari satu minggu lagi. Dia pun memprediksi bahwa masa tenang setelah kampanye akan menjadi masa paling tenang.

"Tentu tidak akan tenang karena seluruh kekuatan akan dikerahkan, yang tertinggal akan melakukan attacking, menyerang titik lemah berharap ada daya rusak sehingga terjadi migrasi suara," ungkapnya.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP