Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei LSI Denny JA: Kasus Novanto ancam Golkar merosot ke peringkat 3 dan 4 di 2019

Survei LSI Denny JA: Kasus Novanto ancam Golkar merosot ke peringkat 3 dan 4 di 2019 Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Partai Golkar terancam keluar dari dua besar partai dengan perolehan suara terbanyak di 2019 mendatang. Salah satu yang menjadi penilaian publik karena kasus Setya Novanto dalam dugaan korupsi e-KTP.

"Partai Golkar pertama kali dalam sejarah bisa jadi partai terbesar ke 3 atau empat dalam Pileg 2019," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/12).

Prediksi itu berdasarkan survei yang dilakukan LSI pada tanggal 1-14 November 2017 ditambah riset kualitatif berupa diskusi dan wawancara mendalam pada 1-13 Desember.

Dia menambahkan, tren elektabilitas Golkar juga bertahan di angka 11,6 persen ketika KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka kedua kalinya pada November lalu. Padahal sebelumnya masih berada di di angka 13,6 persen meskipun juga tidak terlalu baik.

Sopa menilai, keputusan pleno menunjuk Airlangga Hartarto sebagai ketua umum baru sangat tepat. Apabila tidak segera dilakukan, Golkar terancam bernasib sama seperti Partai Demokrat yang nyaman di posisi keempat. Padahal pada 2009 lalu, Demokrat sebagai partai pemenang.

"Kalau tidak ada perubahan bukan tidak mungkin terlempar atau bahkan terlempar ke nomor 4, contohnya seperti Partai Demokrat," terang dia.

Survei ini diikuti 1.200 responden yang diwawancara dengan tatap muka dengan metode multistage random sampling. Adapun Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,9 persen.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP