Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei LSI: 81 persen rakyat tolak pemilihan lewat DPRD

Survei LSI: 81 persen rakyat tolak pemilihan lewat DPRD Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Rancangan Undang-undang Pilkada yang tengah dibahas DPR menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mayoritas masyarakat Indonesia menolak jika kepala daerah kembali dipilih anggota DPRD karena dinilai telah mengkhianati sistem demokrasi yang ada.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfarabi mengatakan, Pilkada oleh DPRD dinilai publik sebagai pengkhianatan partai politik. Sebab pasca Reformasi telah disetujui kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.

"Sebesar 81,25 persen menyatakan setuju kepala daerah tetap dipilih rakyat, 10,71 persen menyetujui dipilih oleh DPRD, dan sebesar 4,91 persen menyatakan kepala daerah sebaiknya ditunjuk oleh presiden," kata Adjie saat jumpa pers 'Polemik RUU Pilkada' di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (9/9).

Adjie melanjutkan, publik yang menolak pilkada oleh DPRD hampir merata di seluruh provinsi. Ada beberapa alasan terhadap penolakan tersebut, salah satunya akan adanya money politic oleh calon kepala daerah kepada anggota DPRD.

"Publik khawatir bahwa kepala daerah terpilih adalah hasil permainan uang. Selain itu, dengan pemilihan langsung kepala daerah, tokoh yang dipilih akan memiliki kedekatan dengan rakyat dan memiliki tanggung jawab moral yang lebih berat," jelasnya.

Lebih lanjut Adjie mengatakan, masyarakat berharap di akhir massa jabatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mendukung Pilkada oleh DPRD. Sebab hal itu sama saja mencabut hak politik rakyat.

"Selama ini 69,76 persen masyarakat menyatakan puas dengan pelaksanaan pilkada langsung, dan hanya 20 persen menyatakan tidak puas. Untuk itu diharapkan presiden bisa mengambil keputusan untuk tidak mencabut hak politik rakyat," jelasnya.

Survei ini dilakukan melalui quick pool pada tanggal 5-7 September 2014, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan kepada 1.200 responden dari 33 provinsi. Survei dilengkapi dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media. Margin of error sebesar 2,9 persen. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP