Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei KedaiKOPI: Setnov dan Priyo Budi terpopuler jadi ketum Golkar

Survei KedaiKOPI: Setnov dan Priyo Budi terpopuler jadi ketum Golkar Ketua DPR Setya Novanto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya (Golkar) pada April mendatang, sejumlah nama yang dianggap layak maju sebagai Calon Ketua Umum sudah beredar. Bahkan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) di bawah kuasa Agung Laksono telah mengumumkan empat nama calon ketua umum Golkar, yaitu Setya Novanto, Idrus Marham, Syahrul Yasin Limpo dan Airlangga Hartanto.

Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) meluncurkan hasil survei tentang kriteria calon ketua umum Golkar sekaligus sosok penyelamat Golkar ke depan. Dari hasil survei, Mantan Ketua DPR Setya Novanto memperoleh peringkat pertama calon ketua umum Golkar terpopuler dengan presentasi 35,80 persen, Priyo Budi Santoso meraih peringkat kedua terpopuler dengan presentasi 26,80 persen, Ade Komarudin masuk peringkat ketiga dengan presentasi 25,00 persen.

"Syahrul Yasin Limpo masuk peringkat keempat dengan presentasi 20 persen, Idrus Marham 19,04 persen. Aziz Syamsudin 17,60 persen, Airlangga Hartanto 12,60 persen, Indra Bambang Utoyo 11,20 persen, Zaki Iskandar 9,40 persen dan. Mahyuddin 8,40 persen," Kata Juru Bicara KedaiKOPI, Hendro Satrio dalam peluncuran hasil survei calon ketua umum Golkar di Resto Dua Nyonya Cikini, Kamis (3/3).

Berikutnya, kata Hendri survei juga membuktikan bahwa masyarakat membutuhkan figur ketua umum yang dianggap bisa memajukan Partai Golkar ke arah yang lebih baik dengan beberapa syarat berikut yaitu, berpengalaman lama di Golkar dengan presentasi 59,80 persen, pernah menjadi pengurus DPP Golkar 9,80 persen.

"Berikutnya pernah menjadi pimpinan DPR dengan presentasi 3,40 persen dan pernah menjadi ketua fraksi Golkar di DPR dengan presentasi 3,20 persen," tambah dia.

Terkait harapan masyarakat untuk ketua umum terpilih partai Golkar, survei membuktikan bahwa calon ketua umum sebaiknya tidak rangkap jabatan dengan presentasi 42,89 persen, harus mengundurkan diri dari jabatan lain bila terpilih jadi ketua umum Golkar 13,83 persen, dapat merangkap jabatan asal dapat bekerja dengan baik dengan presentasi 13,23 persen.

"Dapat merangkap jabatan asal membentuk ketua harian partai dengan presentasi 3,81 persen," lajut Hendri.

Sementara tokoh yang dianggap berpengaruh menyelamatkan dualisme Golkar selama ini yaitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan presentasi 21,60 persen, Aburizal Bakrie 20 persen, Akbar Tanjung 17,60 persen dan Priyo Budi Santoso 16 persen. Selain itu ada juga nama Muladi dengan presentasi 2,40 persen, Agung Laksono 0,40 persen, Hajriyanto Thohari 0,40 persen.

Survei ini dilakukan kepada 500 responden yang tersebar secara prorosional di seluruh Indonesia. Responden adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak menggunakan metode sampel acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah mempertimbangkan proporsi antar jumlah penduduk di setiap daerah.

Survei ini menggunakan margin error (MoE) kurang lebih 4,38 pada tingkat kepercayaan 9,5 persen. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 29 Februari sampai 1 Maret 2016 melalui wawancara via telepon dan menggunakan kuesioner terstruktur. Responden pemilih 17 tahun ke atas dan sudah menikah ketika survei dilakukan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP