Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei Instrat: Deddy Mizwar 40,5 persen, Ridwan Kamil 29,0 persen

Survei Instrat: Deddy Mizwar 40,5 persen, Ridwan Kamil 29,0 persen pengundian nomor urut pilgub Jabar 2018. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Survei terbaru dari Indonesia Strategic Institute (Instrat) terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar menghasilkan elektabilitas dan popularitas pasangan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi makin tinggi meninggalkan pesaingnya.

Tingkat popularitas calon Deddy Mizwar sebesar 90,1 persen. Sementara itu, Ridwan Kamil 80,7 persen dan Dedi Mulyadi 68,1 persen.

Dalam tiga bulan terakhir selama masa kampanye, potensi elektabilitas pasangan calon juga mengalami perubahan signifikan. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berada di 40,5 persen. Lalu disusul Riwan-Uu dengan 29,0 persen.

Sementara pasangan Sudrajat-Syaikhu punya potensi elektabilitas 7,7 persen dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan memperoleh 4,7 persen.

Analis Instrat, Sidratun Nair mengatakan, survei dilakukan pada tanggal 3-6 Mei dengan jumlah responden 1.800 orang yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar. Metode yang digunakan adalah Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,3 persen.

Ia mengatakan, kenaikan elektabilitas pasangan Deddy - Dedi karena faktor kombinasi keduanya terbilang saling menguatkan basis massa yang dimiliki selama ini.

"Keduanya saling menguatkan. Justru program dari masing-masing calon pengaruhnya kecil, masyarakat memilih lebih kepada pengenalan sosok," kata Sidratun saat rilis Instrat di Hotel Sawunggaling, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (9/5).

Sebelumnya, pada survei bulan Januari sebelum penetapan itu ada sekitar 45 persen reponden yang belum menentukan pilihan. Saat ini hanya tersisa 17 persen.

"Kemungkinan besar 28 persen respon itu banyak beralih ke Dua DM," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pun Sidratun mengungkapkan, kesuksesan partai Gerindra dan PKS merebut 23 persen suara Pileg 2014 akan terganjal. Indikatornya adalah hasil survei pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Secara tidak langsung, ia mengatakan bahwa hal ini menunjukan sebagian pemilih Gerindra dan PKS mengalihkan dukungan ke pasangan yang diusung partai lain.

Alasannya, Sudrajat-Syaikhu belum dikenal publik dengan baik terutama bagi pemilih Gerindra dan PKS.

"Sudrjat-Syaikhu ini pengenalannya masih rendah," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP