Survei Cyrus sebut Golkar jadi partai terkorup
Merdeka.com - Partai Golkar mendapatkan persepsi buruk dari masyarakat jelang Pemilu Serentak 2019. Golkar dianggap sebagai partai paling banyak melakukan korupsi menurut hasil survei Cyrus Network.
"Ada pun Golkar dianggap publik sebagai partai terkorup dengan 25 persen," kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto di Resto D’Consulate Lounge, Menteng, Jakarta, Kamis (19/4).
Menurut Eko, Golkar sebenarnya mendapatkan keuntungan elektoral karena mengusung Joko Widodo sebagai calon Presiden di Pemilu Serentak 2019. Namun, persepsi publik yang menyebut Golkar partai terkorup membuat efek elektoral dari dukungan itu tidak begitu signifikan.
"Ini menjadi penyebab angka Golkar agak terseok-seok dan belum bisa mengambil keuntungan elektoral dari dukungannya terhadap Jokowi," ujarnya.
Menyusul di bawah Golkar, sekitar 16,3 persen publik menilai Partai Demokrat sebagai partai terkorup kedua, lalu PDIP 8,7 persen, PAN 1,5 persen, PKS 1,1 persen, Partai NasDem 0,8 persen, Partai Berkarya dan Partai Gerindra dengan 0,7 persen.
Sementara itu, Perindo dengan 0,6 persen, PKB dan PPP 0,5 persen, PBB 0,3 persen, Partai Hanura 0,2 persen dan Partai Garuda 0,1 persen.
Politikus Partai Golkar M Misbakhun mengakui dukungan kepada Jokowi bertujuan mendongkrak elektabilitas partai di Pemilu Serentak. Untuk itu, Golkar ingin membangun citra sebagai partai pengusung Jokowi.
"Kami ingin bangun asosiasi bahwa Golkar adalah partai pengusung pak Jokowi di 2019," tandasnya.
Sebagai informasi, survei ini dilaksanakan pada 27 Maret-3 April 2018 dengan melibatkan responden sebanyak 1.230. Responden berasal dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi se-Indonesia dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Adapun margin of error dalam survei ini kurang lebih 3 persen.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya