Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukur Nababan: PDIP tak bekerja untuk Ahok

Sukur Nababan: PDIP tak bekerja untuk Ahok Ahok di Pasar Induk Kramat Jati. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP, Sukur Nababan, menghargai keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, maju melalui jalur independen di Pilgub DKI 2017 mendatang. Namun dia menegaskan, jika ingin diusung PDIP, Ahok, sapaan Basuki, tidak bisa sembarangan sebab ada mekanismenya.

"Terkait Ahok, saya mau tegaskan, dia bukan anggota PDIP. Di kami, calon harus mendaftar ke struktur kepengurusan partai. Teman Ahok kerja buat Ahok. Tapi PDIP bukan bekerja untuk Ahok. Nah PDIP kan tak bisa menepikan banyak nama seperti Ahok sendiri, Risma, Ganjar, Djarot, dan lain-lain. Jadi kami tak bisa menyingkirkan nama-nama itu begitu saja," ujar Sukur di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3).

Sukur menjelaskan, terkait Ahok, tak ada urusan dengan deparpolisasi. Dalam undang-undang sudah dijelaskan bahwa calon bisa melalui dua jalur. Baik diusung secara perorangan melalui 5 hingga 10 persen suara ataupun melalui jalur partai politik melalui jumlah kursi di DPRD.

"Jangan digiring PDIP berhadapan dengan Ahok. Salah, jangan dikerdilkan PDIP dong," tuturnya.

Sedangkan melalui jalur partai politik sendiri, menurut ‎Sukur, akan diproses bulan Oktober mendatang. Di PDIP sendiri ada proses sebelumnya yaitu penjaringan calon mulai tingkat DPD. Di tiap lapisnya ada syarat tertentu berupa rekam jejak, kemampuan, dan elektabilitas.

"Semua warga negara, tokoh yang ingin mengabdi di Jakarta, harus diseleksi dong. Karena semua punya hak yang sama dengan Ahok. Tetapi dukungan positif ke Ahok ya kita pertimbangkan. Kan ada hitungan soal elektabilitas calon kok," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP