Suharso Sebut Kebangkitan PPP Berawal dari Jakarta
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa kebangkitan PPP berawal dari Jakarta. Menurutnya, partai berlambang Kabah ini memiliki sejarah bagus di Jakarta. Diceritakannya, saat pertama kali menjadi kontestan Pemilu di tahun 1977, PPP menang di Jakarta.
"Di Pemilu 1982 kita kembali menang," kata Suharso Monoarfa saat menyambangi warga di Jalan Rawa Simprug IX, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (4/4), Suharso datang ke Kebayoran Lama ditemani anggota DPRD DKI yang juga caleg DPR Dapil DKI 2 Rendhika Deniardy Harsono.
Tiba di lokasi Suharso disambut oleh pendukung partai berlambang Kabah yang mayoritas ibu-ibu dan anak muda.
Dalam pidatonya, Suharso menyebut tanda-tanda kebangkitan PPP sudah terlihat pada Pemilu 2014, yaitu dengan meraih dukungan suara hampir 10 persen di Jakarta. Dia berharap kebangkitan PPP akan terwujud di Pemilu 2019.
Di kesempatan itu, Suharso juga mengingatkan pada 17 April agar datang ke TPS menyalurkan suaranya. "Kalau tidak coblos Caleg, coblos saja gambar Kabah, sah kok," terangnya.
Sementara itu, Rendhika D Harsono mengatakan PPP adalah partai pro rakyat kecil dan pesantren.
"Selama masa kampanye ini banyak isu yang bertebaran tapi tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kami sejak 2012 selalu memperjuangkan RUU Anti Miras dan RUU Pondok Pesantren, demi penyetaraan pendidikan agama di Indonesia," tegas Rendhika.
Ia menegaskan juga bahwa Jakarta adalah salah satu lumbung suara bagi PPP. "Salah satunya di Kebayoran Lama ini. Di daerah ini kami memiliki konstituen yang loyal sampai sekarang dan mengerti apa yang diperjuangkan PPP," ujarnya.
Rendhika pun meminta kepada masyarakat agar tidak percaya dengan isu-isu yang menyudutkan PPP. "Apa yang sudah diputuskan oleh partai tentunya untuk kebaikan umat," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya