Sudirman: Setya Novanto kondisikan Riza Chalid minta saham Freeport
Merdeka.com - Dalam sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Sudirman Said menceritakan kerja sama antara Ketua Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid meminta saham PT Freeport Indonesia dengan dalih akan diberikan ke Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Dalam transkrip yang beredar dan diakui Sudirman Said, Riza Chalid adalah sosok yang meminta Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroief Sjamsuddin untuk memberikan saham 11 persen untuk Luhut Pandjaitan dan 9 persen ke Wapres Jusuf Kalla.
Dia mengakui bahwa bukan Setyan Novanto yang menyebut besaran saham yang diminta. Namun Sudirman Said meyakini majelis hakim bahwa rekaman itu memperdengarkan bahwa Setya Novanto seolah pihak yang mengkondisikan itu.
"Kalau didengar utuh, meski yang mengatakan adalah saudara MR (Riza Chalid), tapi yang mengkondisikan, merespon dan penekanan adalah saudara SN (Setya Novanto)," tegas Sudirman Said.
Dia lantas membacakan transkrip yang dinilainya memberi gambaran peran Setya Novanto dalam pemalakan saham PT Freeport.
"Saya bacakan. MR: Gua udah ngomong dengan Pak Luhut, ambilah 11, kasihlah Pak JK 9, harus adil kalau ngga ribut. SN: Jadi kalau pembicaraan Pak Luhut dan Jim di Santiago, 4 tahun yang lampau itu, dari 30 persen itu 10 persen dibayar pakai deviden. Ini menjadi perdebatan sehingga mengganggu konstalasi. Ini begitu masalah cawe-cawe itu presiden ngga suka, Pak Luhut dikerjain kan begitu kan...Nah sekarang kita tahu kondisinya...Saya yakin juga karena presiden kasih kode begitu berkali-kali segala urusan yang kita titipkan ke presiden selalu kita bertiga, saya, pak Luhut, dan Presiden setuju sudah," ucapnya.
Dia menegaskan, keterangan mengenai peran Setya Nocanto dalam kasus ini tidak hanya berasal dari rekaman tersebut. "Menurut keyakinan saya. Keterangan utama dari saudara Maroef, bukan rekaman. Memang yang sebut angka Riza," ucapnya.
Mantan Dirut PT Pindad ini menegaskan tidak punya maksud dan kepentingan apapun terkait kasus Setya Novanto. Pernyataan ini ditegaskan saat anggota MKD mempertanyakan alasan transkrip rekaman yang diserahkan pada laporan awal hanya berisi potongan rekaman.
"Saya tidak punya niat apapun. Pada awal kami rasa karena rekaman lain berisi hal luas dan di luar bidang saya, saya tidak ingin masuk ke sana. Jadi saya serahkan ke pimpinan saya, presiden. Karena sudah isu publik, saya bertanggungjawab," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya