Sudirman Said-Rizal Ramli gaduh positif, Pramono-Marwan tak bermutu
Merdeka.com - Perjalanan roda pemerintahan Jokowi-JK beberapa kali diwarnai perseteruan, silang pendapat yang dinilai menunjukkan tidak kompaknya kabinet kerja. Terbaru, perdebatan Menko Maritim Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said terkait rencana pembangunan kilang gas abadi di Lapangan Gas Abadi Blok Masela.
Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengatakan, perdebatan antara pembantu Presiden Jokowi bisa dilihat dari dua kategori, bermutu dan tidak bermutu. Perdebatan yang bermutu layak ditanggapi sedangkan yang tak bermutu hanya buang-buang waktu dan bikin gaduh.
Dia mengatakan, perdebatan antara Rizal Ramli dan Sudirman Said masuk kategori perdebatan bermutu. Sebab hasil dari pertengkaran ini menghasilkan pertimbangan-pertimbangan yang baik bagi keputusan blok Masela.
"Perdebatan tersebut memiliki unsur kemanfaatannnya. Saya pikir ini perlu sekali, ini gaduh yang positif, agar media dan publik paham titik mana yang penting," ujar Qodari saat diskusi di Warung Daun, Jakarta, (5/3).
Sementara yang masuk kategori perdebatan atau kegaduhan yang tidak bermutu menurut Qodari, sindiran Sekretaris Kabinet Pramono Anung soal keluhan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar yang lantaran tertinggal pesawat dan terjebak delay Garuda Indonesia.
"Kalau ribut yang menteri ketinggalan pesawat, maka menteri yang lain jangan ikut marah-marah, enggak perlu ikut nyindir-nyindir. Itu perdebatan yang enggak mutu," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya