Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soekarwo sangkal jegal Khofifah lewat dua partai gurem

Soekarwo sangkal jegal Khofifah lewat dua partai gurem Khofifah Indah Parawansa. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua partai gurem ini benar-benar bikin panas suhu politik di Jawa Timur. Gara-gara dualisme dukungan di internal dua partai itu, yakni Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah) terancam gagal maju Pilihan Gubernur (Pilgub) 2013.

Pendukung Khofifah sempat menuding calon incumbent Soekarwo yang konsisten menggandeng Saifullah Yusuf untuk melanjutkan proyek KarSa jilid dua, menjegal mereka. Namun tudingan itu ditepis Soekarwo.

"Siapa yang menjegal, tidak ada jegal menjegal. Itu kan masalahnya KPU. Ada undang-undang yang mengatur masalah itu (keabsahan dukungan parpol). Dan itu menjadi kewenangan KPU, bukan pasangan bakal calon," kata Soekarwo di sela acara Partai Bulan Bintang (PBB) di Surabaya, Rabu (5/6).

Kita ini sedang berkompetisi secara sehat, lanjut dia, mendukung atau tidak adalah urusan internal partai. "Kalau kemudian ada dualisme dukungan itu kan bukan masalah kita (bakal calon). Dan yang meloloskan partai pendukung itu juga mengacu aturan di KPU, jadi tidak ada hubungan dengan kita (KarSa)," terangnya.

Seperti diketahui, usai pendaftaran bakal calon peserta Pilgub Jawa Timur pada 13-19 Mei lalu di KPU Jawa Timur, PK dan PPNUI memberi dukungan ganda ke pasangan BerKah (Khofifah-Herman) pada 14 Mei. Namun pada 19 Mei, PK dan PPNUI ternyata juga mendukung KarSa saat mendaftar.

Dampak dualisme dukungan itu, pasangan BerKah terancam gagal maju di Pilgub Jawa Timur. Sebab, jika KPU benar-benar menggugurkan kedua dukungan dua partai gurem itu, dukungan suara BerKah tidak memenuhi syarat 15 persen. Dengan berkurangnya dua dukungan partai itu, BerKah hanya memiliki modal 14,81 persen suara sah.

Karena dukungan berkurang 0,50 persen dari suara PK dan 0,24 dari PPNUI. BerKah menuding KarSa telah melakukan kriminalisasi politik dengan 'mencopet' dua partai yang terlebih dulu mendukung mereka.

Jika demikian, bakal dipastikan Pilgub Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agustus mendatang, hanya akan diikuti dua peserta, yaitu pasangan KarSa dan Bambang DH-Said Abdullah yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki 17 kursi di DPRD Jawa Timur.

Sedangkan KarSa, didukung oleh mayoritas partai pemilik kursi dan belasan partai non kursi. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP