Soal Ratna Sarumpaet, Tim Jokowi sarankan Prabowo minta maaf
Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin meminta Prabowo Subianto meminta maaf ke publik atas kebohongan yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet. Terlebih, dalam konferensi persnya, Prabowo mengatakan bahwa penganiayaan Ratna adalah bentuk tekanan karena selama ini kerap mengkritik pemerintah.
"Konferensi Pers Pak Prabowo atas rekayasa penganiayaan tersebut sangatlah berbahaya. Bagi kami, ini sudah menyentuh aspek yang fundamental: Memerdagangkan kemanusiaan untuk elektoral. Karena itulah Pak Prabowo sebaiknya meminta maaf ke publik," ujar Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (3/10).
Sekjen PDIP ini menambahkan, kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya telah menggangu konsentrasi bangsa yang tengah berduka akibat gempa di Sulawesi Tengah. Terlebih, lanjut Hasto, Prabowo secara langsung atau tak langsung telah menuduh pemerintahan Jokowi dengan kata-kata pengecut.
"Terlebih dengan konferensi pers Pak Prabowo yang secara langsung atau tidak langsung telah menuduh Pemerintahan Pak Jokowi dengan kata-kata pengecut, melakukan kekerasaan, bahkan penganiayaan terhadap Ibu-ibu berusia 70 tahun yang memerjuangkan demokrasi dan keadilan. Pak Prabowo juga menuduh telah terjadi pelanggaran HAM," jelas dia.
Hasto menilai, mantan Danjen Kopassus itu telah melakukan manipulasi psikologis, bahkan suatu kudeta rasa. Dia mengatakan bahwa Prabowo telah mengkudeta rasa kemanusiaan untuk korban bencana alam menjadi rasa iba ke Ratna Sarumpaet.
"Rasa kemanusiaan yang seharusnya untuk korban bencana alam, dikudeta menjadi rasa iba ke Ratna Sarumpaet dan tim kampanye Prabowo-Sandi dengan maksud menuduh Pak Jokowi, lalu berharap mendapat dukungan elektoral berupa simpati," tutup dia.
Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengakhiri "drama" penganiayaan yang diklaimnya dan sempat menghebohkan masyarakat.
Pada konferensi pers yang digelar di kediamannya, Jalan Kampung Melayu Dalam, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018), Ratna mengklarifikasi dirinya bukan korban penganiayaan.
"Apa yang saya katakan ini, menyanggah adanya penganiayaan," tegas Ratna.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya