Soal 'Korupsi Enggak Seberapa', PSI Pertanyakan Komitmen Antikorupsi Prabowo
Merdeka.com - Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto menyebut soal 'korupsi enggak seberapa' caleg Gerindra saat debat Capres perdana. Penyataan Prabowo pun menuai polemik.
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menilai dari ucapan Prabowo itu seakan menunjukkan rendahnya komitmen antikorupsi.
"Bahkan saya menilai beliau mendukung koruptor untuk tetap berkiprah di jagad politik nasional. Ini adalah soal efek ancam bahwa sekali kamu korupsi, maka karier politikmu tamat," kata Dedek, Rabu (23/1).
Dedek juga mengingatkan bahwa komitmen antikorupsi Prabowo sebagai Capres terlihat dari bagaimana Ketua Partai Gerindra ini dalam menyeleksi para calegnya.
"Pertama, saya menolak menyebut eks napi korupsi sebagai eks koruptor. Seorang pembunuh saja sudah selesai menjalani hukuman saja tetap disebut pembunuh, bukan eks pembunuh. Kedua, Pak Prabowo sebagai Ketum Gerindra memiliki power untuk menyeleksi kumpulan calegnya agar bersih dari koruptor, tetapi beliau tidak melakukan itu," sambung Dedek.
Juru Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf ini juga mengingatkan kembali tentang bahaya korupsi walaupun jumlahnya kecil. Ia menegaskan bahwa korupsi adalah racun bagi peradaban berdemokrasi di Indonesia.
"Korupsi bukan soal besar kecilnya, korupsi adalah soal dampak sistemik. Tidak peduli besar atau kecil uang yang dikorup, dampaknya sama buruknya bagi rakyat, terutama mengingat kualitas kebijakan yang dihasilkan. Capres yang memiliki komitmen anti korupsi pasti paham ini," tutup Dedek.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya