Soal Bentrok di Sleman, KPU Minta Tokoh Besar Ingatkan Relawan
Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengomentari bentrok antara oknum yang diduga simpatisan pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Ormas Front Pembela Islam (FPI) di Yogyakarta, Minggu (7/4). Dia pun meminta para tokoh ikut turun tangan mengingatkan pendukungnya untuk tidak bertindak anarkis.
"Saya pikir tokoh-tokoh besarnya bisa memberikan imbauan memberikan mengajak supaya tidak perlu lagilah ribut-ribut untuk proses demokrasi yang baik ini," katanya di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).
Menurutnya banyak cara untuk menyelesaikan masalah atau rasa keberatan terkait pemilu dengan cara baik. Salah satunya melalui jalur hukum yang telah disediakan.
"Kan memang kalau ada keberatan ada catatan semua bisa dicarikan jalan keluarnya dengan baik kerangka hukum juga sudah disediakan," ungkapnya.
Sebelumnya, Markas Besar Front Pembela Islam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di Jalan Wates Km 8 Pedukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman menjadi sasaran penyerangan massa diduga simpatisan PDIP, Minggu (7/4). Akibat penyerangan ini dua mobil milik Ketua FPI dan sejumlah kaca rumah mengalami kerusakan.
Ketua FPI DIY, Bambang Teddy mengatakan massa tiba-tiba melakukan penyerangan ke markasnya. Selain menggeruduk masuk ke area markas, kelompok tersebut ini juga melakukan pelemparan batu.
Terkait penyebab penyerangan markas FPI DIY, Bambang membantah jika pihaknya lebih dulu melakukan penghadangan kepada massa simpatisan PDIP. Dia menyebut jika massa tersebut justru menyerbu dan masuk ke dalam markas FPI yang saat itu tengah kosong.
"Kita enggak nyegat. Kalau FPI nyerang duluan demi Allah nanti yang dilaknat duluan siapa. FPI duluan apa PDIP duluan (yang dilaknat). Kami justru yang diserang, massa PDIP justru yang masuk ke markas," kata Bambang ditemui di rumahnya, Minggu (7/4) malam.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya