Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sinyal PDIP tak akan usung Ahok usai bukber dengan Gerindra

Sinyal PDIP tak akan usung Ahok usai bukber dengan Gerindra Pilgub DKI 2017. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tampaknya semakin menjauh dari calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017. Hal ini terlihat pasca DPD PDIP dan DPD Gerindra DKI Jakarta gelar buka puasa bersama kemarin.

Keduanya membahas soal kemungkinan koalisi di Pilgub DKI Jakarta. PDIP diwakili oleh sekretaris DPD, Prasetio Edy dan Gerindra diwakili oleh ketua DPD Muhammad Taufik.

Dalam pembicaraannya, PDIP dan Gerindra memiliki satu pandangan yang hampir sama mengenai kriteria cagub DKI yang bakal diusung. Bahkan kriteria tersebut, bisa dibilang bertolak belakang dengan Ahok.

"Di pertemuan ini ada persepsi kesepakatan yang sama PDIP dan Gerindra soal pentingnya penguatan peran parpol. Kedua partai sepakat tidak mendukung calon perseorangan," kata Prasetio di Jakarta, Senin (4/7).

Walaupun sudah memiliki kesepahaman, bukan berarti kedua partai ini memutuskan untuk berkoalisi. Hal ini karena keputusan tetap berada di DPP partai masing-masing.

"Semua kami sudah menjaring siapa bakal calon internal partai masing-masing, tinggal menyerahkan sama ketua umum dan tinggal koordinasi. Tinggal bagaimana Pak Prabowo dan Bu Mega komunikasi," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Ahok sejak jauh hari menyatakan maju melalui jalur independen bersama relawan Teman Ahok. KTP dukungan warga DKI yang dikumpulkan untuk Ahok bahkan diklaim sudah sampai 1 juta. Ahok memilih Heru Budi Hartono sebagai bakal cawagub.

Tidak cuma soal calon perseorangan, PDIP dan Gerindra juga sepakat tentang hal yang semakin melekat dengan Ahok. Meskipun, PDIP dan Gerindra tak menyebut secara eksplisit tak bakal mendukung Ahok di Pilgub DKI.

PDIP tegaskan hanya akan mengusung calon yang ikut penjaringan bakal Cagub DKI. PDIP juga ingin cagub DKI yang bisa dicontoh oleh anak-anak.

"Karena bukan apa, pemimpin Jakarta kan juga jadi contoh anak-anak kita. Bagaimana bahasa yang baik, kinerja yang baik, semua harus berimbang," kata Prasetio.

Ahok sendiri tak melakukan pendaftaran penjaringan ke DPD PDIP DKI Jakarta. Namun mengenai Ahok, Prasetio mengungkapkan, secara kinerja memang baik. Tetapi etika kepemimpinannya tidak pas dengan yang diharapkan partai berlambang banteng ini.

"Kalau objektif kita menilai kinerja Ahok emang bagus. Tapikan kita juga punya etika," tuturnya.

Pemahaman serupa juga disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Taufik mengatakan, seorang pemimpin tidak hanya harus pintar menyelesaikan masalah, tetapi juga memiliki etika.

"Pemimpin yang ada etikanya. Gubernur itukan jadi sorotan, sehingga perlu pemimpin yang beretika. Pemahaman Jakarta juga jauh, masyarakat ingin lebih sejahtera tanpa menyakiti," tutupnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP