Sikapi hitung cepat, Djarot bicara ketenangan jiwa tanpa dendam
Merdeka.com - Pasangan petahana Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan pidato menyikapi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Dalam hitung cepat, perolehan suara pasangan Ahok, sapaan Basuki dan Djarot, tertinggal jauh dari pesaingnya Anies-Sandi.
Ahok dan Djarot sejauh ini menerima hasil hitung cepat sejumlah survei. Dalam pidatonya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Djarot sempat menyinggung soal jiwa yang tenang demi hidup yang lebih baik.
"Di dalam hidup ini, yang perlu kukuh dan dikembangkan adalah ketenangan jiwa. Jiwa yang tenang akan menghilangkan semua dendam," kata Djarot yang mengenakan kemeja kotak-kotak, Rabu (19/4).
Djarot menambahkan, jiwa yang tenang akan menghasilkan demokrasi yang baik. Termasuk saat melayani warga Jakarta.
"Kita berharap dengan ketenangan jiwa, mereka yang terpilih akan fokus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Dengan ketenangan jiwa tadi juga, kita bisa memilih-milah mana yang baik dan tidak," sambung Djarot.
Dia juga berpesan agar semua pihak menahan diri. Mereka akan menuntaskan kerjanya sampai Oktober nanti.
"Sampai akhirnya Pemprov DKI Jakarta bisa menerapkan sistem open goverment, termasuk bisa diakses Pak Anies-Sandi, bahwa siapa pun nanti yang terpilih secara real count KPU adalah pemimpin kita semua," tegas mantan wali kota Blitar itu.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya