Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sikap kritis Rizal Ramli pertanyakan target Jokowi, benar atau salah

Sikap kritis Rizal Ramli pertanyakan target Jokowi, benar atau salah Rizal Ramli-Jokowi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik keras target pemerintahan Jokowi. Salah satunya perihal pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Dengan gayanya yang frontal, Rizal menilai, proyek itu tidak realistis. Bahkan dia sampai menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) debat terbuka terkait rencana mega proyek itu.

"Saya akan minta Menteri ESDM dan DEN (Dewan Energi Nasional) untuk lakukan evaluasi ulang soal mana yang betul-betul masuk akal. Jangan kasih target terlalu tinggi, tetapi capainya susah. Ini supaya kita realistis," ujar Rizal Ramli di BPPT, Jakarta, Kamis (13/8).

Sebelum ini, Rizal juga pernah meminta agar PT Garuda Indonesia Tbk membatalkan rencana pembelian pesawat baru. Rizal mengaku tidak ingin Garuda bangkrut dengan membeli 30 Airbus A350.

Kritik keras Rizal pasca dilantik masuk kabinet ini menimbulkan pro dan kontra baik di pemerintah maupun partai pendukung pemerintah. Mayoritas mereka mengecam sikap keras Rizal terhadap pemerintah sendiri diungkap ke publik.

Namun tidak sedikit pula yang mendukung Rizal yang blak-blakan demi pemerintahan yang lebih baik. Sikap Rizal ini dinilai bentuk koreksi bagi pemerintah.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, Effendi Simbolon mendukung penuh gaya kritis Menko Kemaritiman, Rizal Ramli. Dia justru berharap ada banyak personal kritis dalam kabinet kerja seperti Rizal.

"Justru kita perlu Rizal-Rizal yang lainnya," kata Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut Effendi, sejauh ini kabinet kerja tak memiliki peran optimal. Maka dari itu diperlukan pengawasan dan gebrakan.

"Sekarang begini 10 bulan kabinet Jokowi apakah ada positifnya? Kan tidak ada, makanya didorong untuk melakukan reshuffle. Masuknya Rizal Ramli kok kalian jadi musuhi (Rizal Ramli) walaupun dia satu, dari 34 menteri lainnya," terang dia.

Effendi mendukung penuh Rizal Ramli yang dianggapnya lebih baik dari 33 menteri lainnya. Dia yakin, Rizal benar-benar kerja, bukan hanya cari makan saja seperti menteri lainnya.

"Biarkan saja yang 33 menteri tidak benar, bisa saja dia hanya pragmatis saja cari makan saja, cari kerjaan saja buktinya saja penyerapan baru 10 persen - 15 persen alasannya tidak kondusif," tuturnya. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP