Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidang paripurna dibuka, Gerindra interupsi tolak perpustakaan DPR

Sidang paripurna dibuka, Gerindra interupsi tolak perpustakaan DPR sidang paripurna dpr. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar sidang paripurna ke-23 masa persidangan IV tahun 2015-2016. Sebelum masuk ke sesi ‎usulan agenda dari pimpinan DPR, muncul interupsi keras menolak rencana pembangunan perpustakaan DPR yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara.

‎"Namun melihat situasi ekonomi sekarang dalam situasi yang sulit di mana petani karet menjerit. Harga-harga dalam titik rendah. Harga satu kilogram karet tidak lebih mahal dari satu kilogram beras," kata Ketua Komisi IV DPR, Edhi Prabowo dalam sidang paripuna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini ‎menyarankan agar dalam situasi ekonomi yang sedang terpuruk ini, DPR mengambil langkah bijak. Yaitu dengan menunda rencana pembangunan perpustakaan hingga situasi ekonomi membaik.

Edhie mengingatkan, rencana pembangunan perpustakaan DPR banyak mengundang polemik. Sebab, alokasi dana pembangunan direncanakan diambil dari pagu anggaran Gedung baru DPR dan Alun-alun Demokrasi senilai Rp 570 miliar.

Tak hanya itu, Politisi Gerindra itu juga mempertanyakan kebenaran Ketua DPR Ade Komarudin melontarkan komentar anggota DPR sesat. Menurutnya, hal ini harus segera diklarifikasi.

"Kami tanyakan komentar ketua DPR yang mengatakan anggota DPR sesat. Ini harus kita luruskan dulu supaya tidak diplesetkan dan diplintir. Karena kita dipilih oleh rakyat indonesia dengan susah payah. Jangan sampai di sini kita luntur dengan komentar ketua DPR," ujarnya.

‎Seperti diketahui, Ketua DPR Ade Komarudin akan menyampaikan pidato pembukaan masa sidang dalam sidang paripuna kali ini, Rabu (6/5). Anggota dewan yang hadir, fraksi PDIP 46 dari 107 anggota, Golkar 37 dari 91 anggota, Gerindra 36 dari 73 anggota, Demokrat 32 dari 66 anggota dan PaN 20 dari 48 anggota. Selanjutnya PKB 15 dari 47 anggota, PKS 18 dari 40 anggota, PPP 21 dari 39 anggota, NasDem 20 dari 36 anggota, dan Hanura 12 dari 16 anggota. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP