Setnov rombak Fraksi Golkar DPR, Ridwan Bae tegaskan 'kita kompak'
Merdeka.com - Mantan Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo gerah dengan sikap Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto (Setnov) yang melakukan perombakan pimpinan Fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (DPR).
Anggota Fraksi Golkar Ridwan Bae membantah apabila perombakan yang dilakukan tersebut merupakan cara Setya Novanto untuk menggusur orang yang dianggap tak dapat 'dikendalikan' oleh mantan Ketua DPR itu.
"Nggak ada itu penilaian seperti itu di fraksi nggak ada. Saya percaya Pak Setya Novanto. Kita kompak," kata Ridwan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/1).
Ridwan mengklaim perombakan tersebut sebuah hal yang biasa di dalam sebuah Fraksi di DPR. Sehingga, dia lagi-lagi membantah ada udang di balik batu dalam perombakan tersebut.
"Kalau pergantian fraksi terhadap anggota-anggota Komisi itu dianggap biasa aja. Pergantian komisi tak hanya di Golkar. Setiap pergantian itu pasti hasil koordinasi antara partai dan fraksi. Pasti dalam rangka manfaat agar ke depan bisa lebih baik," ujarnya.
Wakil Ketua Fraksi Golkar Firman Soebagyo menyebut siang ini Setya Novanto akan menjelaskan alasan perombakan tersebut dalam rapat internal. Namun, saat awak media sudah mendatangi ruangan Fraksi Golkar di lantai 12 Gedung Nusantara I, tak ada kegiatan rapat maupun Anggota lainnya yang datang.
Seperti diketahui, Anggota Fraksi Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku terkejut dengan perombakan yang dilakukan Setya Novanto. Terlebih, dirinya tiba-tiba ditunjuk sebagai ketua Komisi III DPR menggantikan Azis Syamsuddin yang diangkat jadi sekretaris Fraksi Golkar.
"Semua terkejut karena pergantian ini berdasarkan reward dan kemampuan. Tantowi (Yahya) baru telepon saya dan bilang 'kok saya diginiin," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).
"Harusnya lebih elok sebelum diumumkan, dipanggil lah satu persatu. Karena menurut saya, kalau seseorang diganti, kurang perform, mungkin tidak masalah. Tapi, ya sudahlah, sudah terlanjur, ngomong apalagi," sambung dia.
Selain tidak memberitahu kepada anggota Fraksi, lanjut dia, perombakan yang dilakukan Setya Novanto juga tentu membuat Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) semakin mendapat tekanan dari luar.
"Saya baru baca SK-nya. Cuma ya jujur saya pribadi agak surprise, menurut saya timingnya kurang tepat mengganti keseluruhan formasi komisi dan AKD. Tadinya saya berharap cukuplah di saya dan Supit (Ahmadi Noor Supit yang diganti), tidak melebar ke yang lain untuk menghindari potensi kegaduhan, sementara kita menghadapi persoalan besar di luar parlemen, terutama di kubu Bali," keluh Bambang.
"Saya khawatir soliditas kita menjadi terganggu menghadapi tekanan di luar yang selama ini menekan kita khususnya dari kubu Ancol," pungkas dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya