Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setelah menolak, NasDem tarik diri dari Panja dana aspirasi

Setelah menolak, NasDem tarik diri dari Panja dana aspirasi Pendaftaran partai Nasdem. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Fraksi NasDem tegas menolak Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dana aspirasi senilai Rp 11,2 triliun. Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella, mengatakan lewat penolakan tersebut, anggota fraksi NasDem yang masuk menjadi panitia kerja (panja) dana aspirasi secara otomatis sudah tidak aktif lagi.

"Anggota Panja Nasdem sudah tidak aktif lagi," kata Rio saat dihubungi, Jumat (19/6).

Rio berharap seluruh fraksi di DPR menghormati keputusan fraksinya yang telah menolak dana aspirasi. Apalagi, tentunya Panja dana aspirasi menjadi berkurang kekuatannya setelah Fraksi NasDem hengkang.

Selain itu, dia menegaskan, apabila nantinya terjadi voting untuk menentukan apakah dana aspirasi akan dilanjutkan atau tidak, Anggota Komisi III DPR ini memastikan fraksinya akan walk out saat voting dilakukan.

"Kalau pun terjadi voting kami akan walk out," tegasnya.

Rio belum memastikan apakah fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan kompak dengan pihaknya dengan menolak dana aspirasi. Sebab, baru Hanura yang telah mengambil sikap resmi dengan turut menolak dana yang diperuntukkan Rp 20 miliar per anggota dewan itu.

"Belum ada konsolidasi," ucapnya.

Sampai hari ini, baru dua fraksi yang memastikan menolak dana aspirasi. Fraksi pertama Nasdem menolak disebabkan dana aspirasi telah melanggar undang-undang karena mengambil wewenang eksekutif dalam melakukan pembangunan.

Kedua, Fraksi Hanura memiliki alasan yang sama dengan NasDem untuk menolak dana aspirasi. Selain itu, Hanura memiliki program reses untuk mendanai anggota fraksi melakukan pembangunan di daerah.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP