Setelah kiai-kiai NU, giliran Muhammadiyah dukung Khofifah
Merdeka.com - Setelah kiai-kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) kultural menyatakan siap mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018, kini giliran warga Muhammadiyah memberikan dukungannya.
Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Zainuddin Maliki secara gamblang menyebut Menteri Sosial yang juga Ketum PP Muslimat NU itu sebagai sosok yang bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur.
"Saya melihat Ibu Khofifah ini adalah sosok yang punya kapasitas untuk membangun Jawa Timur lebih berdaya dan berkeunggulan," kata Zainuddin dalam sambutannya di Halaqoh Kebangsaan yang dihadiri Khofifah di kantor PW Muhammadiyah Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal, Surabaya, Selasa (15/8) malam.
Zainuddin mengatakan, ada beberapa alasan mengapa Muhammadiyah memilih mendukung Khofifah. Yang pertama, kata dia, si Bunda Muslimat ini adalah menteri yang bukan sembarang menteri.
Sebagai bukti, Zainuddin mengutip artikel yang ditulis Bloomberg. Media ternama yang bermarkas di New York edisi 27 Juli 2017 itu menyebut, Khofifah merupakan salah satu contoh menteri wanita di negara muslim terbesar di dunia.
"Ini merupakan contoh kesuksesan sebuah negara dalam memecahkan streotip gender dan agama," kutipnya.
Kedua, Zainuddin mengungkapkan, Jawa Timur membutuhkan pemimpin yang benar-benar siap. Memiliki kapasitas, kapabilitas dan komitmen yang tinggi untuk membawa Jawa Timur lebih baik lagi.
"Jatim memang maju, tetapi masih butuh satu kekuatan untuk lebih maju lagi dan majunya itu bukan di kota/kabupaten tertentu, tetapi juga maju di seluruh daerah di Jatim," tegasnya.
Dia mencontohkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang hampir separuh (47 persen) sumbernya hanya diperoleh dari empat kota, yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Kota Kediri. Artinya, yang merasakan kemajuan dan kesejahteraan tinggi di Jawa Timur ini hanya empat kota tersebut.
"Karena itu kita merasakan, betapa sulitnya ketika Pemprov Jatim diberi kewenangan untuk mengambil alih SMA/SMK," keluh Zainuddin.
Akibatnya, beberapa kota maju yang sudah menggratiskan sekolah dari SD sampai SMA, setelah ditarik ke provinsi kemudian tidak gratis lagi. "Kalau satu kota digratiskan dan kota lainnya minta diperlakukan sama, tidak mungkin Pemprov bisa melayani," paparnya.
Berkaca dari kondisi tersebut, Muhammadiyah berharap Jawa Timur bisa memiliki pemimpin yang bisa membawa perubahan. "Kita akan memilih orang yang punya kapasitas, visi dan komitmen. Dan saya melihat Bu Khofifah ini sosok yang memiliki itu semua," tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu di Madura, mulai dari kiai, santri, hingga ekonom sepakat mendeklarasikan dukungannya untuk Khofifah di Pilgub Jawa Timur.
Selanjutnya di Mojokerto, sekitar 500 kiai NU kultural membuat petisi dukungan untuk si Bunda Muslimat tersebut. Kini giliran warga Muhammadiyah memilih Khofifah. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya