Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sesepuh PPP: Komandan perang kami selingkuh politik

Sesepuh PPP: Komandan perang kami selingkuh politik Kampanye Gerindra di GBK. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kini sedang dilanda kisruh internal. Penyebabnya perselingkuhan politik yang dilakukan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali yang dinilai sebagai biang melesetnya perolehan suara PPP dari target sebesar 10 persen.

"Itu menjadi salah satu penyebab. Komandan perangnya menyerahkan diri kepada orang lain. Jadi komandannya (Suryadharma) ini seolah-olah belum apa-apa sudah menyerah," kata Ketua Majelis PPP Zarkasih Nur kepada merdeka.com, Senin (14/4). Zarkasih Nur dikenal sebagai politisi senior partai Kabah itu. Dia pernah menjabat sebagai menteri Koperasi dan UKM era Presiden Gus Dur.

Zarkasih menjelaskan, perselingkuhan politik Suryadharma itu memiliki pengaruh besar bagi kader-kader muda di bawah. Awalnya di akar rumput persaingan dengan Gerindra kompetitif. Tapi perselingkuhan itu mengurangi semangat mereka.

"Itu mengurangi semangat. Bayangkan, dia (Suryadharma) bukan sekadar datang, tapi mendukung. Banyak kan video-videonya itu. Nah menurut evaluasi tingkat bawah, harus dievaluasi. Mereka (kader di bawah) di DPP menyebutnya selingkuh politik," ujarnya.

Topik pilihan: Quick Count Pemilu 2014 | Pemilu Ulang | Koalisi Pilpres 2014

Kader tingkat bawah, Zarkasih melanjutkan, sudah bertemu dengan pengurus DPW dan DPP di Bogor beberapa waktu lalu. Mereka membawa berkas-berkas keluhan, dan aspirasi kehendak pengurus cabang-cabang.

"Dia (Suryadharma) justru melanggar aturan yang dia buat sendiri. Dia meminta aturan itu diedarkan ke seluruh Indonesia, meminta agar kader di bawah tidak hadir dan mendampingi kampanye partai lain. Tapi itu dilanggar sendiri," terang politisi gaek PPP ini.

Lalu bagaimana langkah DPP PPP? "Kami menyerahkan kepada DPP untuk menggelar rapat pleno. Nanti rapat pleno itu akan hadir seluruh dewan pertimbangan majelis. Secara gak langsung, kawan-kawan daerah sudah tidak respek lagi dengan ketua umum."

Apakah akan dipecat? "Saya yakin, peringatan, teguran, sampai pemecatan pasti ada. Kalau DPP tidak berbuat itu (peringatan, teguran atau pemecatan) berarti tidak mendengar suara bawah. Pasti akan terjadi hal negatif."

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP