Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering sebut 'bocor', Jokowi akui ketularan Prabowo

Sering sebut 'bocor', Jokowi akui ketularan Prabowo Jokowi-Prabowo. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan industri kreatif di Indonesia harus mendapatkan perhatian negara. Dia menilai industri yang berjenis animasi, game, film, video, musik, seni pertunjukan, fashion dan produk kreatif Indonesia lainnya bisa terkenal di dunia.

Sayangnya industri kreatif ini tidak mendunia secara masif. Jokowi mengungkapkan, ada beberapa industri kreatif yang sudah mendunia, namun tidak terekspos.

"Sebenarnya sudah mendunia tapi kecil-kecil, dan kesempatan itu (besar) ada," kata Jokowi dalam acara 'Jokowi Ngobrol bareng Netizen', di Ball Room, Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/6).

Dia mencontohkan, industri game terbesar ada di Indonesia, yaitu Gameloft. Namun, meski pembuat gamenya kebanyakan adalah anak-anak muda kreatif di Indonesia, pemiliknya bukan dari Indonesia.

"Ini yang harus kita ambil alih. Di sini produksinya murah, kemudian dijual mahal sekali. Ini kesempatan untuk merebutnya. Animasi kita banyak. Ada mahasiswa yang belum lulus sudah bisa bikin itu. Tapi siapa yang memasarkan? Pemasarannya seperti apa?" katanya.

Dia menambahkan, industri kreatif seperti ini memang sulit dan butuh perhatian pemerintah. Waktu dia masih bergelut dengan dunia mebel, yang notabene juga industri kreatif, dia punya pengalaman tersendiri.

"Saya waktu pameran di luar negeri, Indonesia ada 14 stand, Tiongkok cuma 3 stand. Lalu, kemarin 9 tahun lalu, Tiongkok berapa tebak? 300 lebih sedikit standnya, kita berapa tebak? Tetap 14, ini yang keliru," kata Jokowi.

Kemudian soal industri kreatif yang bergenre tari dan musik daerah, Jokowi mengatakan hal itu bisa menjadi potensi yang besar untuk bangsa asal diatur dengan baik. "Industri kreatif kurangnya cuma di situ (manajemen yang baik). Ini kan berarti ada yang bocor," katanya.

Sadar kata 'bocor' ditertawakan, Jokowi kemudian menyanggahnya. "Kok saya jadi ketularan ya," kata Jokowi sedikit tertawa.

Melihat industri kreatif bisa membuat bangsa ini lebih maju, Jokowi mengatakan saat ini yang penting bukan cuma diplomasi politik, tapi juga diplomasi dagang. Dia juga sempat menceritakan bagaimana musik K-Pop bisa maju. Pengalamannya ketika berbincang dengan Duta Besar Korea Selatan, penghasil musik K-Pop, memang sengaja memajukan industri kreatif ini. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah Korea Selatan turun tangan langsung dan terus berusaha hingga 14 tahun, sehingga musik K-Pop bisa dikenal dunia.

"Saya tanya ke Dubesnya, K-Pop itu 14 tahun disiapkan, mereka dilatih dari berapa ribu orang, lewat idol, audisi, dan dapat itu. Kemudian digarap secara profesional dan muncul produk itu (K-Pop). Itu yang ngomong dubesnya bukan saya. Karena itu, ini pentingnya negara hadir dalam membuka peluang dan kesempatan," tuturnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP