Sering hadapi masalah DPT, KPU buat sistem data pemilih online
Merdeka.com - Daftar Pemilih Tetap (DPT) kerap menjadi masalah bagi KPU jelang diadakannya pemilihan kepala daerah. Mulai dari adanya pemilih ganda, tidak terdaftarnya pemilih sampai pemilih yang terdaftar di TPS yang tidak sesuai domisili.
"DPT memang kalau dilihat perjalanan kita, selalu menjadi dasar atau hal yang dipermasalahkan. Walaupun saya kira kalau kita lihat semakin ke belakang, masalah ini semakin kecil, namun tetap saja di dalam proses-proses sengketa tidak terbukti inilah menjadi problem atau permasalahan yang ada," ujar Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
Karena sejumlah permasalahan itulah, kata Hadar, kini pihaknya sudah memiliki solusi dengan Sistem Data Pemilih (SIDALIH). Sistem ini nantinya akan digunakan pada pilkada serentak tahun 2015.
"Memang KPU selalu berusaha dan salah satunya adalah dengan menggunakan sistem informasi SIDALIH yang kami terapkan tahun 2014 yang lalu," ujarnya.
"Karena dengan sistem ini kami semua bekerja sangat terbantu, dengan sistem ini kita bisa mengecek kegandaan dengan sistem ini juga kita bisa mengecek atau menyediakan informasi untuk publik atau pihak lain untuk mengeceknya," sambungnya.
Baca berita KPU di Liputan6.com
Perlu diketahui, SIDALIH adalah aplikasi online yang dibuat untuk membantu petugas di KPU kabupaten dalam melakukan pengolahan data pemilihnya secara lebih mudah, cepat dan tepat. Sistem inilah yang menjadi andalan KPU pada pilkada nanti. Hadar yakin sistem data-data dalam sistem ini memiliki akurasi yang tinggi.
"Inilah yang membantu kami sehingga kami punya keyakinan data-data yang kelola dan tetapkan ini data yang cukup tinggi keakuratannya," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya