Serang balik, NasDem sarankan Dhani bikin lagu jika ditinggalkan PKB
Merdeka.com - Gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta baru akan dilaksanakan satu tahun lagi, tapi panasnya suhu politik sudah mulai terasa. Saling lempar kritik, perang urat syaraf dan manuver politik mulai gencar dilakukan para bakal calon gubernur. Termasuk Ahmad Dhani.
Beberapa waktu lalu, presiden Republik Cinta Manajemen ini melontarkan pernyataan keras dengan menyebut partai-partai yang mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai partai penjilat.
Salah satu partai yang sudah jelas mendukung Ahok adalah Partai Nasional Demokrat atau NasDem. Ketua DPD Partai NasDem DKI Jakarta Bestari Barus bukannya tersinggung dengan pernyataan Dhani, dia justru menyerang balik. Bestari menduga, kata-kata itu sebagai bentuk kekecewaan karena PKB yang sebelumnya bakal mengusung Dhani, mulai memberikan sinyal dukungan pada Ahok.
"Ya kalau dia ngomong gitu bagaimana ya, orang itu tanggapan dia sepihak. Enggak perlu ditanggapi karena kekecewaan dia saja enggak dapat dukungan dari PKB mungkin," kata Bestari saat dihubungi, Rabu (23/3).
Dia berkelakar dengan menyebut Dhani sebagai orang yang merasa paling benar dan paling baik diantara orang lain. "Jangan didengerin. Ahmad Dhani mah enggak ada yang bener menurut dia semua. Dia doang paling yang dianggap benar ya kan. Enggak pas kita tanggapin dia cukup tanyakan saja yang lain. Kita kan enggak selevel tanggapin dia," ucapnya sambil tertawa.
Partainya tak merasa terhina karena menilai Dhani kurang memiliki kapasitas dalam dunia politik. Sebagai maestro musik, Dhani cukup diakui, tapi tidak di bidang politik.
"Ya kalau saya enggak terhina ya kalau yang ngomongnya orang punya kapasitas dan paham politik mungkin kita akan mendebatkan. Kalau Ahmad Dhani kan enggak punya kapasitas ya ngomong politik karena musisi, sudah lah dia menghibur kita saja," tegasnya.
Ketua fraksi Partai NasDem DPRD DKI ini menyarankan Dhani menciptakan lagu yang menghibur ketimbang terjun ke dunia politik. Apalagi, menurut Bestari, bila benar ditinggal PKB, curhatannya bisa dituangkan dalam alunan nada dan irama.
"Bikin saja lagu yang bagus-bagus gitu kan sampaikan pesan moral kalau kemarin ditinggal PKB nanti kalau hasil musik bagus kan jadi bagus dia," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya