Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Senior PPP klaim majelis penyelamat bukan untuk memecah belah partai

Senior PPP klaim majelis penyelamat bukan untuk memecah belah partai Sembako di Kantor PPP. ©twitter.com/@halus24

Merdeka.com - Anggota Majelis Tinggi PPP, Zarkasih Nur, dibentuknya tim penyelamat bukan membuat partainya terbelah menjadi tiga kubu. Majelis berisi para senior PPP juga tidak menghendaki digelarnya Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

Dia menuturkan, digelarnya Munaslub jutru akan menimbulkan konflik di tubuh partai. "Kami hindari terbentuknya kekuatan ketiga, karena kalau itu terjadi maka PPP bukan bertambah kuat namun bisa semakin hancur," kata Zarkasih saat dihubungi, Senin (15/5).

Zarkasih menyebut Majelis Tinggi PPP telah menggelar rapat membahas terbentuknya Majelis Penyelamat PPP (MP-PPP) pada Sabtu pekan lalu. Majelis Penyelamat PPP dibentuk atas dasar keprihatinan dan teguran dari para ulama terkait kondisi partai.

Zarkasih juga enggan menyebut Majelis Penyelamat karena hanya berbentuk forum kader ingin terwujud keutuhan dan kembalinya citra partai. "Kami memang berembuk dan berkumpul, namun istilahnya bukan penyelamat partai namun lebih pada bagaimana mengembalikan keutuhan dan citra partai," tegasnya.

Zarkasih membantah pembentukan Majelis Penyelamat sebagai poros ketiga di PPP. Tujuan pembentukan Majelis Penyelamat adalah untuk menyatukan dua kekuatan yaitu kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Oleh karenanya, dia mengklaim forum tersebut berujung pada Munaslub untuk mencari pemimpin baru diluar Romi dan Djan.

Forum itu disebut hanya sebagai gerakan moral untuk menjaga keutuhan partai dan meningkatkan citra PPP sehingga akan terus berlanjut untuk mewujudkannya.

"Kami tidak menginginkan Muktamar Luar Biasa karena harus ikuti AD/ART dan memegang teguh prinsip keutuhan partai," ujar dia.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk Majelis Penyelamat Partai dengan tujuan agar dua kubu yaitu kubuRomahurmuziy (Romi) dan kubu Djan Faridz dapat bersatu. Majelis Penyelamat Partai akan segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama untuk dapat mempersatukan keduanya.

Ketua Umum PPP hasil Muktamar Pondok Gede, Romahurmuziy mempertanyakan niatan Munas tersebut apabila bertujuan untuk mencari damai antara dua kubu. Sebab, kata dia, PPP telah menyelenggarakan Munas Islah beberapa waktu lalu menetapkannya sebagai Ketua Umum dan menurutnya saat ini PPP yang dipimpinnya telah mengakomodir kader dari kubu Djan Faridz.

Terlebih, kata Romi, Munas Ulama diprakarsai oleh Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam dan Abraham Lunggana (Lulung) yang hadir dalam konferensi pers pengumuman Munas Alim Ulama. Keduanya, lanjut Romi, pernah ingin maju sebagai calon Ketua Umum Pada Muktamar di Pondok Gede,Jakarta. Sehingga, Romi mencium gelagat keduanya bukan untuk mempersatukan dua kubu di PPP.

"Kalau saya melihat ini kan hal yang saya katakan lucu saja karena kan kalau dilihat yang melakukan konferensi pers, saudara Lulung, saudara Usama. Dua-duanya calon ketua umum waktu Muktamar Pondok Gede. Ngapain bikin acara. Jadi jangan terlalu kelihatan lah, malu-maluin," kata Romi usai menghadiri pelantikan Gubernur di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/5).

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP