Sempat terhenti, rekaman penuh kasus Setnov diputar kembali oleh MKD
Merdeka.com - Sidang lanjutan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada sesi pemutaran rekaman percakapan dugaan pemalakan PT Freeport dan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto sempat terhenti. Beberapa anggota MKD ingin rekaman tidak diputar seluruhnya.
"Hal krusial dalam rekaman ini soal permintaan saham. Soal PLTA Urumuka juga. Tentang pencatutan nama pres dan wapres ada gak dalam rekaman ini?, setahu saya ada di halaman 5 tapi tadi menit ke 8. Kita koreksi ada gak pencatutan nama pres dan wapres. Kalau sepakat kita kembali putar," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang dalam sidang kedua MKD yang memintai keterangan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12).
Menurut Junimart semua bagian dari rekaman berkaitan dengan saksi. Dia mengusulkan bagaimana jika potongan-potongan yang berkaitan dengan saksi saja yang diputar. Sedangkan saksi sudah mengakui tidak semua berkaitan dengan konteks.
"Baik atas permintaan sebagian anggota mahkamah, ada yang minta utuh ada yang minta yang penting-penting saja. Apakah menurut saksi semua kita perdengarkan atau yang berkaitan dengan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," tuturnya.
Anggota MKD dari Fraksi NasDem Akbar Faizal mendukung Maroef untuk memutar keseluruhan rekaman. Sebab pencatutan nama beberapa tokoh tersebut berkaitan dengan pertalian antar konteks dalam percakapan.
"Tadi sudah dikataan saduara saksi bahwa dia (Setya Novanto) mencoba mengarahkan. Anda mencoba mengkanalisasi, saya bicara pemaknaan. Memang tidak ada kata catut tapi saksi bilang ada upaya untuk itu. Kita jangan mengkanalisasi untuk mengaburkan opini publik," kata Akbar.
Lantas Anggota MKD dari Fraksi PAN Bakrie memiliki pemahaman berbeda. Menurut Bakri lebih baik rekaman diputar pada bagian tertentu yang berkaitan dengan poin pengaduan Menteri ESDM Sudirman Said saja.
"Kita harus melihat pengaduan. Gak bisa kita ke mana-mana. Kita ingin berpikir mengarah pada pengaduan ini," kata Bakrie.
Namun sebagai ketua sidang, Junimart memutuskan memutar keseluruhan rekaman. Sebab hal tersebut berkaitan dengan sebuah upaya dari Setya dan Riza Chalid untuk meminta saham tersebar di beberapa percakapan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya